June 2017

Update 2017. Perlu diketahui bahwa Penetapan sasaran sekolah/madrasah yang akan diakreditasi dilakukan dengan mempertimbangkan aspek ketuntasan, keseimbangan, kesiapan, dan pembinaan sekolah/madrasah. Penuntasan perlu diutamakan agar semua sekolah/madrasah memiliki status terakreditasi.

Bagi Pengawas Sekolah yang ditugaskan untuk melaksanakan Akreditasi di sekolah/madrasah yang telah ditunjuk, ada beberapa hal yang perlu di Persiapkan saat VISITASI berlangsung.
Panduan Visitasi bagi Asesor Akreditasi Sekolah-Madrasah

Panduan Visitasi bagi Asesor Akreditasi Sekolah-Madrasah


Terkait dengan web :
  1. Pelajari perangat akreditasi 2017 (Bila diperlukan informasi tambahan dapat mengunduh hasil telaah perangkat akreditasi hasil pelatihan asesor tahun 2017 pada web (http://bansm.or.id/). Perangkat Akreditasi dapat diambil dibawah pada akhir pernjelasan ini.
  2. Unduh surat tugas visitasi
  3. Input surat tugas di web bap s/m provinsi (menggunakan username dan password lama, jika lupa hubungi sekretariat bap s/m prov ).
  4. Untuk keperluan administrasi, mohon asesor mengunduh berkas di web bap sm provinsi .
  5. Koordinasi dengan sekolah, Pastikan alamat dan kesiapan sekolah untuk divisitasi.
Jika lupa usename dan password hubungi staf BAP SM Provinsi karena asesor wajib input data di BAP SM Provinsi
Baca Juga :
Perangkat Akreditasi SD/MI.
Perangkat Akreditasi SMK.
> Panduan Sekolah/Madrasah pada Saat Visitasi Akreditasi.

Terkait dengan persiapan Sispena
  1. Login user asesor dalam sispena s/m
  2. Segera Ganti password yang mudah dihafal
  3. Perbaharui isian bio data asesor sebelum membuka atau inut data visitasi
  4. Unduh instrumen  akreditasi  yang sudah  diisi oleh sekolah/madarsah serta kelengkapan syarat sekolah yang akan divisitasi
  5. Pelajari instrumen akreditasi yang sudah diisi sekolah  dan cermati bagian-bagian yang krusial sebelum visitasi dilakukan
Koordinasi dengan UPA DAN SEKOLAH terkait dengan jadwal dan kesipan sekolah/madrasah.
User name asesoer untuk membuka WEB BAP SM  dan WEB sispena berbeda
[ads-post]
Pelaksanaan VISITASI ( Sampai di Sekolah ) :
  1. Tunjukkan surat tugas kepada kepala sekolah/madrasah
  2. Lakukan Temu awal  (BERISI RENCANA VISITASI SELAMA DUA HARI, RENCANA KERJA ASESOR 1 DAN ASESOR 2, sampaikan kegiatan visitasi selama dua hari/perhari minimal 5 jam)
  3. Dalam temu awal, cermati profile sekolah mungkin beberapa data sudah dapat diperoleh dalam profile tersebut.
  4. Lakukan klarifikasi, verifikasi dan validasi data sesuai JUKNIS  
  5. UNTUK OBSERVASI PEMBELAJARAN HARUS DILAKUAN pengamatan pembelajaran minimal 2 jam pelajaran (JIka tidak ada KBM, asesor meminta sekolah/madrasah  untuk membuka kelas/simulasi pembelajaran.
  6. Lakukan diskusi atas hasil temuan dengan sekolah/madrasah jika diperlukan
  7. Mengingatkan kepala sekolah/madrasah untuk mengunduh dan mengisi berita acara pelaksanaan visitasi dan kartu kendali proses visitasi dan menandatanganinya. Kemudian mengunggah kembali dalam sispena s/m
  8. Mengisi DRAF laporan individu dan  hasil visitasi SEBELUM MENGISI WEB BAP S/M DAN  SisPenA s/m
  9. Membuat DRAF laporan kelompok dan rekomendasi
  10. MELAKUKAN TEMU AKHIR (Menyampaikan dan memberikan secara tertulis rekomendasi untuk sekolah/madrasah  pada temu akhir visitasi, BUKAN MENYAMPAIKAN NILAI AKHIR HASIL VISITASI)

Kunjungi dan Ambil :

PASCA VISITASI :
  1. INPUT laporan KELOMPOK ke WEB BAP S/M JATENG OLEH KETUA TIM
  2. INPUT LAPORAN Individu DAN KELOMPOK KE WEB  SisPenA s/m BAN S/M (sispena.bansm.or.id)
  3. UNTUK ASESOR SD/MI  DAN SMP/MTS MENCETAK dan  MENYERAHKAN laporan TERTULIS KEGIATAN VISITASI KE UPA MASING-MASING TEMPAT VISITASI.
  4. UNTUK ASESOR SMA/MA, SLB,  DAN SMK MENYERAHKAN laporan TERTULIS KEGIATAN VISITASI KE BAP S/M PROVINSI .

Demikianlah yang dapat disampaikan mengenai Panduan Visitasi bagi Asesor Akreditasi Sekolah-Madrasah, semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

sumber : Pedia Pendidikan.

Update 2017. Perangkat Akreditasi untuk untuk SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA dan SMK ini Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor :
  1. 002/H/AK/2017 tentang Kriteria dan Perangkat Akreditasi SD/MI, yang merupakan perubahan atas Perangkat Akreditasi SD/MI (Permendiknas nomor 11/2009).
  2. 003/H/AK/2017 tentang Kriteria dan Perangkat Akreditasi SMP/MTs, yang merupakan perubahan atas Perangkat Akreditasi SMP/MTs (Permendiknas Nomor 12/2009).
  3. 004/H/AK/2017 tentang Kriteria dan Perangkat Akreditasi SMA/MA, yang merupakan perubahan atas Perangkat Akreditasi SMA/MA (Permendiknas Nomor 52/2008).
  4. 005/H/AK/2017 tentang Kriteria dan Perangkat Akreditasi SMK, yang merupakan perubahan atas Perangkat Akreditasi SMK (Permendiknas Nomor 13/2009). 
Perangkat Akreditasi untuk SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA dan SMK

Perubahan Perangkat Akreditasi tersebut diberlakukan dengan beberapa pertimbangan.
  • Pertama, adanya Standar Nasional Pendidikan yang baru, terutama terkait dengan pemberlakuan Kurikulum 2013 dan penguatan pendidikan karakter. 
  • Kedua, kesalahan dan ketidaksesuaian Perangkat dengan keadaan dan praktik penyelenggaraan pendidikan. 
  • Ketiga, memperkuat Perangkat dan Sistem Akreditasi sebagai alat utama untuk penilaian mutu, pemetaan, dan penyusunan kebijakan pendidikan oleh masyarakat, Pemerintah Daerah, dan Pemerintah Pusat.
[ads-post]
Perangkat Akreditasi 2017 ( dapat diambil pada link dibawah ) merupakan satu kesatuan yang terdiri atas instrumen, petunjuk teknis, data pendukung, dan sistem penskoran. Proses penyusunan dan pengembangan Perangkat Akreditasi 2017 membutuhkan waktu lebih dari tiga tahun melalui tahapan kajian/penyusunan naskah akademik, uji coba di provinsi, expert judgement, validasi oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), penyelerasan dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, dan diskusi dengan Balitbang Kemendikbud serta pihak-pihak terkait lainnya.

Perangkat Akreditasi 2017 berbeda dengan Perangkat Akreditasi sebelumnya.
  • Pertama, dari sisi rujukan. Perangkat Akreditasi 2017 mengacu kepada Undangundang Sistem Pendidikan Nasional 20/2003, Peraturan Pemerintah yang terkait dengan pendidikan, Standar Nasional Pendidikan (SNP), Peraturan dan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta peraturan kependidikan lain yang terkait. 
  • Kedua, dari sisi jumlah butir dan metode penyajian. Perangkat Akreditasi 2017 memiliki jumlah butir pernyataan yang lebih relevan dan koheren. Masing-masing pernyataan disertai dengan petunjuk teknis, data pendukung dan bobot butir yang jelas sehingga memudahkan sekolah/madrasah, asesor dan pengguna. Selain itu dapat dikurangi semaksimal mungkin perbedaan pemahaman dan penilaian antara sekolah/madrasah dengan asesor untuk menjamin objektivitas hasil penilaian. 
  • Ketiga, pemeringkatan dan hasil akreditasi. Perangkat Akreditasi 2017 memiliki skor pemeringkatan yang lebih tinggi, dan hasil Akreditasi yang meliputi nilai, peringkat, dan predikat. Pada Perangkat Akreditasi sebelumnya hasil akreditasi hanya menyebutkan nilai dan peringkat. Keempat, teknik pengolahan data dengan Sistem Penilaian Akreditasi Sekolah/Madrasah (SisPenA SM) berbasis web responsive yang dapat juga diakses dari berbagai perangkat mobile (smartphone, tab, dll.) untuk mempercepat dan mempermudah penyajian hasil Akreditasi.

Untuk lebih jelasnya silahkan kunjungi dan ambil Perangkat Akreditasi Sesuai dengan Jenjangnya dengan Aturan Terbaru dibawah ini :

Demikianlah yang dapat disampaikan mengenai Perangkat Akreditasi untuk SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA dan SMK Sesuai dengan Aturan Terbaru, semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

sumber : Pedia Pendidikan.

Update 2017. Perangkat Akreditasi Khusus SMK ini Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 005/H/AK/2017 tentang Kriteria dan Perangkat Akreditasi SMK, yang merupakan perubahan atas Perangkat Akreditasi SMK (Permendiknas Nomor 13/2009).
Perangkat Akreditasi Khusus SMK

baca Juga :

Perubahan Khusus SMK tersebut diberlakukan dengan beberapa pertimbangan.
  • Pertama, adanya Standar Nasional Pendidikan yang baru, terutama terkait dengan pemberlakuan Kurikulum 2013 dan penguatan pendidikan karakter. 
  • Kedua, kesalahan dan ketidaksesuaian Perangkat dengan keadaan dan praktik penyelenggaraan pendidikan. 
  • Ketiga, memperkuat Perangkat dan Sistem Akreditasi sebagai alat utama untuk penilaian mutu, pemetaan, dan penyusunan kebijakan pendidikan oleh masyarakat, Pemerintah Daerah, dan Pemerintah Pusat.
[ads-post]
Perangkat Akreditasi 2017 Khusus SMK ( dapat diambil pada link dibawah ) merupakan satu kesatuan yang terdiri atas instrumen, petunjuk teknis, data pendukung, dan sistem penskoran. Proses penyusunan dan pengembangan Perangkat Akreditasi 2017 membutuhkan waktu lebih dari tiga tahun melalui tahapan kajian/penyusunan naskah akademik, uji coba di provinsi, expert judgement, validasi oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), penyelerasan dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, dan diskusi dengan Balitbang Kemendikbud serta pihak-pihak terkait lainnya.

Perangkat Akreditasi 2017 Khusus SMK berbeda dengan Perangkat Akreditasi sebelumnya.
  • Pertama, dari sisi rujukan. Perangkat Akreditasi 2017 mengacu kepada Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional 20/2003, Peraturan Pemerintah yang terkait dengan pendidikan, Standar Nasional Pendidikan (SNP), Peraturan dan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta peraturan kependidikan lain yang terkait. 
  • Kedua, dari sisi jumlah butir dan metode penyajian. Perangkat Akreditasi 2017 memiliki jumlah butir pernyataan yang lebih relevan dan koheren. Masing-masing pernyataan disertai dengan petunjuk teknis, data pendukung dan bobot butir yang jelas sehingga memudahkan sekolah/madrasah, asesor dan pengguna. Selain itu dapat dikurangi semaksimal mungkin perbedaan pemahaman dan penilaian antara sekolah/madrasah dengan asesor untuk menjamin objektivitas hasil penilaian. 
  • Ketiga, pemeringkatan dan hasil akreditasi. Perangkat Akreditasi 2017 memiliki skor pemeringkatan yang lebih tinggi, dan hasil Akreditasi yang meliputi nilai, peringkat, dan predikat. Pada Perangkat Akreditasi sebelumnya hasil akreditasi hanya menyebutkan nilai dan peringkat. Keempat, teknik pengolahan data dengan Sistem Penilaian Akreditasi Sekolah/Madrasah (SisPenA SM) berbasis web responsive yang dapat juga diakses dari berbagai perangkat mobile (smartphone, tab, dll.) untuk mempercepat dan mempermudah penyajian hasil Akreditasi.

Untuk lebih jelasnya silahkan kunjungi dan ambil Perangkat Akreditasi khusus SMK Sesuai dengan Aturan Terbaru dibawah ini :
Demikianlah yang dapat disampaikan mengenai Perangkat Akreditasi khusus SMK Sesuai dengan Aturan Terbaru, semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Sumber : Pedia Pendidikan.

Update 2017. Perangkat Akreditasi untuk SMA/MA ini Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 004/H/AK/2017 tentang Kriteria dan Perangkat Akreditasi SMA/MA, yang merupakan perubahan atas Perangkat Akreditasi SMA/MA (Permendiknas Nomor 52/2008).
Perangkat Akreditasi untuk SMA/MA


Perubahan untuk SMA/MA tersebut diberlakukan dengan beberapa pertimbangan.
  • Pertama, adanya Standar Nasional Pendidikan yang baru, terutama terkait dengan pemberlakuan Kurikulum 2013 dan penguatan pendidikan karakter. 
  • Kedua, kesalahan dan ketidaksesuaian Perangkat dengan keadaan dan praktik penyelenggaraan pendidikan. 
  • Ketiga, memperkuat Perangkat dan Sistem Akreditasi sebagai alat utama untuk penilaian mutu, pemetaan, dan penyusunan kebijakan pendidikan oleh masyarakat, Pemerintah Daerah, dan Pemerintah Pusat.
[ads-post]
Perangkat Akreditasi 2017 ( dapat diambil pada link dibawah ) merupakan satu kesatuan yang terdiri atas instrumen, petunjuk teknis, data pendukung, dan sistem penskoran. Proses penyusunan dan pengembangan Perangkat Akreditasi 2017 membutuhkan waktu lebih dari tiga tahun melalui tahapan kajian/penyusunan naskah akademik, uji coba di provinsi, expert judgement, validasi oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), penyelerasan dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, dan diskusi dengan Balitbang Kemendikbud serta pihak-pihak terkait lainnya.

Perangkat Akreditasi 2017 berbeda dengan Perangkat Akreditasi sebelumnya.
  • Pertama, dari sisi rujukan. Perangkat Akreditasi 2017 mengacu kepada Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional 20/2003, Peraturan Pemerintah yang terkait dengan pendidikan, Standar Nasional Pendidikan (SNP), Peraturan dan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta peraturan kependidikan lain yang terkait. 
  • Kedua, dari sisi jumlah butir dan metode penyajian. Perangkat Akreditasi 2017 memiliki jumlah butir pernyataan yang lebih relevan dan koheren. Masing-masing pernyataan disertai dengan petunjuk teknis, data pendukung dan bobot butir yang jelas sehingga memudahkan sekolah/madrasah, asesor dan pengguna. Selain itu dapat dikurangi semaksimal mungkin perbedaan pemahaman dan penilaian antara sekolah/madrasah dengan asesor untuk menjamin objektivitas hasil penilaian. 
  • Ketiga, pemeringkatan dan hasil akreditasi. Perangkat Akreditasi 2017 memiliki skor pemeringkatan yang lebih tinggi, dan hasil Akreditasi yang meliputi nilai, peringkat, dan predikat. Pada Perangkat Akreditasi sebelumnya hasil akreditasi hanya menyebutkan nilai dan peringkat. Keempat, teknik pengolahan data dengan Sistem Penilaian Akreditasi Sekolah/Madrasah (SisPenA SM) berbasis web responsive yang dapat juga diakses dari berbagai perangkat mobile (smartphone, tab, dll.) untuk mempercepat dan mempermudah penyajian hasil Akreditasi.

Untuk lebih jelasnya silahkan kunjungi dan ambil Perangkat Akreditasi untuk SMA/MA Sesuai dengan Aturan Terbaru dibawah ini :
Demikianlah yang dapat disampaikan mengenai Perangkat Akreditasi untuk SMA/MA Sesuai dengan Aturan Terbaru, semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

sumber : Pedia Pendidikan.

Update 2017. Perangkat Akreditasi untuk SMP/MTs ini Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 003/H/AK/2017 tentang Kriteria dan Perangkat Akreditasi SMP/MTs, yang merupakan perubahan atas Perangkat Akreditasi SMP/MTs (Permendiknas Nomor 12/2009).
Perangkat Akreditasi untuk SMP/MTs


Perubahan untuk SMP/MTs tersebut diberlakukan dengan beberapa pertimbangan.
  • Pertama, adanya Standar Nasional Pendidikan yang baru, terutama terkait dengan pemberlakuan Kurikulum 2013 dan penguatan pendidikan karakter. 
  • Kedua, kesalahan dan ketidaksesuaian Perangkat dengan keadaan dan praktik penyelenggaraan pendidikan. 
  • Ketiga, memperkuat Perangkat dan Sistem Akreditasi sebagai alat utama untuk penilaian mutu, pemetaan, dan penyusunan kebijakan pendidikan oleh masyarakat, Pemerintah Daerah, dan Pemerintah Pusat.
[ads-post]
Perangkat Akreditasi 2017 ( dapat diambil pada link dibawah ) merupakan satu kesatuan yang terdiri atas instrumen, petunjuk teknis, data pendukung, dan sistem penskoran.

Proses penyusunan dan pengembangan Perangkat Akreditasi 2017 membutuhkan waktu lebih dari tiga tahun melalui tahapan kajian/penyusunan naskah akademik, uji coba di provinsi, expert judgement, validasi oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), penyelerasan dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, dan diskusi dengan Balitbang Kemendikbud serta pihak-pihak terkait lainnya.

Perangkat Akreditasi 2017 berbeda dengan Perangkat Akreditasi sebelumnya.
  • Pertama, dari sisi rujukan. Perangkat Akreditasi 2017 mengacu kepada Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional 20/2003, Peraturan Pemerintah yang terkait dengan pendidikan, Standar Nasional Pendidikan (SNP), Peraturan dan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta peraturan kependidikan lain yang terkait. 
  • Kedua, dari sisi jumlah butir dan metode penyajian. Perangkat Akreditasi 2017 memiliki jumlah butir pernyataan yang lebih relevan dan koheren. Masing-masing pernyataan disertai dengan petunjuk teknis, data pendukung dan bobot butir yang jelas sehingga memudahkan sekolah/madrasah, asesor dan pengguna. Selain itu dapat dikurangi semaksimal mungkin perbedaan pemahaman dan penilaian antara sekolah/madrasah dengan asesor untuk menjamin objektivitas hasil penilaian. 
  • Ketiga, pemeringkatan dan hasil akreditasi. Perangkat Akreditasi 2017 memiliki skor pemeringkatan yang lebih tinggi, dan hasil Akreditasi yang meliputi nilai, peringkat, dan predikat. Pada Perangkat Akreditasi sebelumnya hasil akreditasi hanya menyebutkan nilai dan peringkat. Keempat, teknik pengolahan data dengan Sistem Penilaian Akreditasi Sekolah/Madrasah (SisPenA SM) berbasis web responsive yang dapat juga diakses dari berbagai perangkat mobile (smartphone, tab, dll.) untuk mempercepat dan mempermudah penyajian hasil Akreditasi.

Untuk lebih jelasnya silahkan kunjungi dan ambil Perangkat Akreditasi untuk SMP/MTs Sesuai dengan Aturan Terbaru dibawah ini :
Demikianlah yang dapat disampaikan mengenai Perangkat Akreditasi untuk SMP/MTs Sesuai dengan Aturan Terbaru, semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

sumber : Pedia Pendidikan.

Update 2017. Perangkat Akreditasi untuk SD/MI ini Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 002/H/AK/2017 tentang Kriteria dan Perangkat Akreditasi SD/MI, yang merupakan perubahan atas Perangkat Akreditasi SD/MI (Permendiknas nomor 11/2009).
Perangkat Akreditasi untuk SD/MI


Perubahan untuk SD/MI tersebut diberlakukan dengan beberapa pertimbangan.
  • Pertama, adanya Standar Nasional Pendidikan yang baru, terutama terkait dengan pemberlakuan Kurikulum 2013 dan penguatan pendidikan karakter. 
  • Kedua, kesalahan dan ketidaksesuaian Perangkat dengan keadaan dan praktik penyelenggaraan pendidikan. 
  • Ketiga, memperkuat Perangkat dan Sistem Akreditasi sebagai alat utama untuk penilaian mutu, pemetaan, dan penyusunan kebijakan pendidikan oleh masyarakat, Pemerintah Daerah, dan Pemerintah Pusat.
[ads-post]
Perangkat Akreditasi 2017 ( dapat diambil pada link dibawah ) merupakan satu kesatuan yang terdiri atas instrumen, petunjuk teknis, data pendukung, dan sistem penskoran. Proses penyusunan dan pengembangan Perangkat Akreditasi 2017 membutuhkan waktu lebih dari tiga tahun melalui tahapan kajian/penyusunan naskah akademik, uji coba di provinsi, expert judgement, validasi oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), penyelerasan dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, dan diskusi dengan Balitbang Kemendikbud serta pihak-pihak terkait lainnya.

Perangkat Akreditasi 2017 berbeda dengan Perangkat Akreditasi sebelumnya.
  • Pertama, dari sisi rujukan. Perangkat Akreditasi 2017 mengacu kepada Undangundang Sistem Pendidikan Nasional 20/2003, Peraturan Pemerintah yang terkait dengan pendidikan, Standar Nasional Pendidikan (SNP), Peraturan dan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta peraturan kependidikan lain yang terkait. 
  • Kedua, dari sisi jumlah butir dan metode penyajian. Perangkat Akreditasi 2017 memiliki jumlah butir pernyataan yang lebih relevan dan koheren. Masing-masing pernyataan disertai dengan petunjuk teknis, data pendukung dan bobot butir yang jelas sehingga memudahkan sekolah/madrasah, asesor dan pengguna. Selain itu dapat dikurangi semaksimal mungkin perbedaan pemahaman dan penilaian antara sekolah/madrasah dengan asesor untuk menjamin objektivitas hasil penilaian. 
  • Ketiga, pemeringkatan dan hasil akreditasi. Perangkat Akreditasi 2017 memiliki skor pemeringkatan yang lebih tinggi, dan hasil Akreditasi yang meliputi nilai, peringkat, dan predikat. Pada Perangkat Akreditasi sebelumnya hasil akreditasi hanya menyebutkan nilai dan peringkat. Keempat, teknik pengolahan data dengan Sistem Penilaian Akreditasi Sekolah/Madrasah (SisPenA SM) berbasis web responsive yang dapat juga diakses dari berbagai perangkat mobile (smartphone, tab, dll.) untuk mempercepat dan mempermudah penyajian hasil Akreditasi.

Sahabat Dunia Pendidikan, untuk lebih jelasnya silahkan kunjungi dan ambil Perangkat Akreditasi untuk SD/MI Sesuai dengan Aturan Terbaru dibawah ini :
Demikianlah yang dapat disampaikan mengenai Perangkat Akreditasi untuk SD/MI Sesuai dengan Aturan Terbaru, semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

sumber : Pedia Pendidikan.

Update 2017. Perlu diketahui bahwa Penetapan sasaran sekolah/madrasah yang akan diakreditasi dilakukan dengan mempertimbangkan aspek ketuntasan, keseimbangan, kesiapan, dan pembinaan sekolah/madrasah. Penuntasan perlu diutamakan agar semua sekolah/madrasah memiliki status terakreditasi.

Dalam Penetapan diatas, bagi Sekolah yang telah ditetapkan oleh pemerintah dalam hal ini Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah yang diajukan sebelumnya oleh Pemerintah Daerah.

Sekolah yang telah ditetapkan hendaknya perlu mempersiapkan segala bentuk administrasi yang diperlukan sesuai dengan Instrumen Akreditasi pada pelaksanaan akreditasi dengan sebaik-baiknya.

Pada Saat Pelaksanaan Akreditasi Sekolah ada beberapa tahap yang perlu di ikuti sekolah dalam kegiatan tersebut berikut penjelasannya :
Panduan Sekolah/Madrasah pada Saat Visitasi Akreditasi

Panduan Sekolah/Madrasah pada Saat Visitasi Akreditasi


Persiapan/Pra-Visitasi
  1. Untuk SD/MI, SMP/MTs, segera  koordinasi dengan UPA S/M setempat terkait dengan akreditasi sekolah/ madrasah  dan jadwal kunjungan Asesor. Untuk SMA/MA, SMK dan SLB koordinasi dengan BAP S/M Provinsi Masing-masing daerah.
  2. Pelajari perangat akreditasi 2017  (silahkan ambil sesuai jenjang sederajat termasuk SLB : SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK )
  3. Jadwal  visitasi dapat diunduh di Web BAP SM 
  4. ISI draf instrumen akreditasi  dan IPDIA sebagai bagian  evaluasi diri sekolah/madrasah sebelum diinput ke ( http://sispena.bansm.or.id).
  5. Cetak draf  isian instrumen akreditasi  sekolah  dan persyaratan  akreditasi , selanjutkan disetorkan ke UPA S/M 

Terkait dengan Sispena BAN SM ( http://sispena.bansm.or.id)
  1. Sekolah/Madrasah yang akan divistasi wajib  menginput instrumen akreditasi, IPDIA, Foto sekolah dan Input Prasyarat Akreditasi segera sebelum visitasi dilaksanakan.   
  2. Login user name  sekolah dengan NPSN pada http://sispena.bansm.or.id
  3. Segera Ganti pasword yang mudah dihafal jika sudah bisa login.
  4. Segera  Input instrumen akreditasi, IPDIA, Foto sekolah dan Input Prasyaarat Akreditasi segera sebelum visitasi dilaksanakan.
  5. Jika kesulitan pada saat mengunggah hubungi BAP-S/M Provinsi.
[ads-post]
 Pelaksanaan  Visitasi
  1. Sekolah meminta kepada asesor  untuk menunjukkan surat tugas  Asesor (sesuaikan dengan jadwal)
  2. Siapkan tempat  untuk temu awal  (karena asesor akan membuat rencana kerja saat visitasi) 
  3. Siapkan  profile sekolah (gambaran umum untuk 8 standar), selanjutnya  kepala sekolah/madrasah  presentasi pada asesor pada saat temu awal kira-kira 10-15 menit.


Untuk Kegiatan Klarifikasi, Verifikasi Dan Validasi Data
  1. Lakukan diskusi dengan asesor  tentang apa saja  yang harus disiapkan sekolah/madrasah dalam memudahkan  kegiatan visitasi (Misanya berapa orang petugas/tim yang harus disiapkan untuk kegiatan klarifikasi, verifikasi dan validasi data) .
  2. Asesor dipandu pada saat observasi lingkungan sekolah atau yang lainnya jika diperlukan.
  3. Sekolah/madrasah bisa meminta penjelasan terhadap bukti pada butir-butir instrumen yang belum jelas, jika masih diperlukan bukti yang harus dilengkapi (semua bukti tambahan dapat diberikan dengan batas akhir sebelum asesor melakukan temu akhir, bukti tambahan yang diberikan setelah temu akhir tidak dapat diterima.
  4. Jika sedang tidak ada KBM, sekolah dimohon menyiapkan  dua kelas untuk KBM minimal 2 jam pelajaran. Jika sedang ada KBM aseor berhak memilih kelas sesuai dengan kebutuhan asesor.
  5. Unduh dan mengisi berita acara pelaksanaan visitasi dan kartu kendali proses visitasi dan ditandangani. Kemudian mengunggah kembali dalam sispena s/m setelah visitasi selesai.
  6. Setelah selesai visitasi (hari kedua),  siapkan tempat untuk kegiatan temu akhir (Asesor akan menyampaikan dan memberikan  secara tertulis rekomendasi untuk sekolah, bukan menyampaikan nilai akhir hasil visitasi, jika asesor tidak memberikan rekomendasi secara tertulis, sekolah/madrasah  harus meminta kepada asesor  untuk bukti sekolah  sudah divisitasi sebagai bahan evaluasi sekolah/madrasah).
  7. Kegiatan visitasi minimal 2 hari, perhari minimal 5 jam

Pasca Visitasi
  1. Unggah Kartu Kendali ke www.sispena.bansm. or.id segera setelah vistasi selesai.
  2. Isi kartu kendali sesuai dengan kenyataan

Demikian yang dapat disampaikan mengenai Panduan Visitasi bagi Asesor Akreditasi Sekolah dan Madrasah, Semoga Kegiatan Akreditasi Sekolah yang dilakukan mendapat nilai memuaskan. aamiin.

sumber : Pedia Pendidikan.

Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SD


Sahabat Dunia Pendidikan yang berbahagia, Keterampilan membaca berperan penting dalam kehidupan kita karena pengetahuan diperoleh melalui membaca. Oleh karena itu, keterampilan ini harus dikuasai peserta didik dengan baik sejak dini.

Pada abad ke-21 ini, kemampuan berliterasi peserta didik berkaitan erat dengan tuntutan keterampilan membaca yang berujung pada kemampuan memahami informasi secara analitis, kritis, dan reflektif. Akan tetapi, pembelajaran di sekolah saat ini belum mampu mewujudkan hal tersebut.

Pada tingkat sekolah menengah (usia 15 tahun) pemahaman membaca peserta didik Indonesia (selain matematika dan sains) diuji oleh Organisasi untuk KerjaSama dan Pembangunan Ekonomi (OECD- Organization for Economic Cooperation and Development) dalam Programme for International Student Assessment (PISA).
Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SD

Sahabat Dunia Pendidikan. Perlu Juga diketahui, GLS dikembangkan berdasarkan sembilan agenda prioritas (Nawacita) yang terkait dengan tugas dan fungsi Kemendikbud, khususnya Nawacita nomor 5, 6, 8, dan 9. Butir Nawacita yang dimaksudkan adalah :
  • Nomor (5) meningkatkan kualitas hidup manusia dan masyarakat Indonesia; 
  • Nomor (6) meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya; 
  • Nomor (8) melakukan revolusi karakter bangsa; 
  • Nomor (9) memperteguh kebinekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia.
Empat butir Nawacita tersebut diatas terkait erat dengan komponen literasi sebagai modal pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas, produktif dan berdaya saing, berkarakter, serta nasionalis.

Untuk melaksanakan kegiatan GLS, diperlukan suatu panduan yang merupakan penjabaran lebih lanjut dari Desain Induk Gerakan Literasi Sekolah.

Sahabat Dunia Pendidikan, Buku Panduan GLS (dapat diambil pada akhir artikel dibawah ini) berisi penjelasan pelaksanaan kegiatan literasi yang terbagi menjadi tiga tahap, yakni: 
  • pembiasaan, 
  • pengembangan, dan 
  • pembelajaran beserta langkah-langkah operasional pelaksanaan dan beberapa contoh praktis instrumen penyertanya.

Panduan ini ditujukan bagi kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan untuk membantu mereka melaksanakan kegiatan literasi di SD.

Target Pencapaian Pelaksanaan GLS di SD

GLS di SD menciptakan ekosistem pendidikan di SD yang literat. Ekosistem pendidikan yang literat adalah lingkungan yang:
  1. menyenangkan dan ramah peserta didik, sehingga menumbuhkan semangat warganya dalam belajar;
  2. semua warganya menunjukkan empati, peduli, dan menghargai sesama;
  3. menumbuhkan semangat ingin tahu dan cinta pengetahuan;
  4. memampukan warganya cakap berkomunikasi dan dapat berkontribusi kepada lingkungan sosialnya; dan
  5. mengakomodasi partisipasi seluruh warga sekolah dan lingkungan eksternal SD.

Untuk Lebih jelasnya mengenai Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SD silahkan kunjungi dan ambil Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah di bawah ini :


Demikianlah yang dapat disampaikan mengenai Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SD, semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

sumber : http://www.pediapendidikan.com/2017/06/buku-panduan-gerakan-literasi-sekolah-sd.html

Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SLB


Sahabat Dunia Pendidikan yang berbahagia, Gerakan Literasi Sekolah Merupakan upaya menyeluruh yang melibatkan semua warga sekolah (guru, peserta didik, orang tua/wali murid) dan masyarakat, sebagai bagian dari ekosistem pendidikan dalam membudayakan Membaca.
Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SLB

Gerakan Literasi Sekolah memperkuat gerakan penumbuhan budi pekerti sebagaimana dituangkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015. Salah satu kegiatan di dalam gerakan tersebut adalah “kegiatan 15 menit membaca buku nonpelajaran sebelum waktu belajar dimulai”.

Kegiatan ini dilaksanakan untuk menumbuhkan minat baca peserta didik serta meningkatkan keterampilan membaca agar pengetahuan dapat dikuasai secara lebih baik. Materi baca berisi nilai-nilai budi pekerti, berupa kearifan lokal, nasional, dan global yang disampaikan sesuai tahap perkembangan peserta didik.

Terobosan penting ini hendaknya melibatkan semua pemangku kepentingan di bidang pendidikan, mulai dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, hingga satuan pendidikan. Pelibatan orang tua peserta didik dan masyarakat juga menjadi komponen penting dalam GLS.

Sahabat Dunia Pendidikan, Gerakan literasi di SLB bertujuan untuk menciptakan iklim literasi SLB, yang meliputi:
  1. Lingkungan fisik sekolah (ketersediaan fasilitas, sarana prasarana literasi); 
  2. Lingkungan sosial dan afektif (dukungan dan partisipasi aktif semua warga sekolah) dalam melaksanakan kegiatan literasi SLB, dan 
  3. Lingkungan akademik (adanya program literasi yang nyata dan bisa dilaksanakan oleh seluruh warga sekolah).

Perlu Juga diketahui Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) ini berisi penjelasan pelaksanaan kegiatan literasi di SLB yang terbagi pada jenjang SDLB, SMPLB, dan SMALB untuk untuk masing-masing kelainan: 
  1. Tunanetra (A), 
  2. Tunarungu (B), 
  3. Tunagrahita (C), 
  4. Tunadaksa (D), dan
  5. Autism (F).

Sahabat Dunia Pendidikan, Untuk lebih Jelasnya, silahkan kunjungi dan ambil Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SLB dibawah ini :


Demikianlah yang dapat disampaikan mengenai Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SLB, semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

sumber : http://www.pediapendidikan.com/2017/06/buku-panduan-gerakan-literasi-sekolah-slb.html

Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMP


Sahabat Dunia Pendidikan yang berbahagia, Literasi Sekolah dalam konteks GLS adalah kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai aktivitas, antara lain membaca, melihat, menyimak, menulis, dan/atau berbicara.
Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMP

GLS merupakan sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik.

Sahabat Dunia Pendidikan, Panduan GLS di SMP (Buku Panduan dapat diambil pada link di akhir artikel) ini berisi penjelasan pelaksanaan kegiatan literasi di SMP yang terbagi menjadi tiga tahap, yakni: pembiasaan, pengembangan, dan pembelajaran. Ruang lingkup GLS di SMP meliputi:
  1. Lingkungan fisik sekolah (ketersediaan fasilitas, sarana prasarana literasi);
  2. Lingkungan sosial dan afektif (dukungan dan partisipasi aktif semua warga sekolah) dalam melaksanakan kegiatan literasi SMP; dan
  3. Lingkungan akademik (adanya program literasi yang nyata dan bisa dilaksanakan oleh seluruh warga sekolah).

Adapun Sasaran GLS ini di tujukan bagi guru sebagai pendidik dan pustakawan sebagai tenaga kependidikanuntuk membantu mereka melaksanakan kegiatan literasi di SMP. Selain itu, kepala sekolah perlu mengetahui isi panduan ini guna memfasilitasi guru dan pustakawan untuk menjalankan peran mereka dalam kegiatan literasi sekolah.

Tahap-Tahap Gerakan Literasi Sekolah Di Smp :
  1. Penumbuhan minat baca melalui kegiatan 15 menit membaca (Permendikbud No. 23 Tahun 2015).
  2. Meningkatkan kemampuan literasi melalui kegiatan menanggapi buku pengayaan.
  3. Meningkatkan kemampuan literasi di semua mata pelajaran: menggunakan buku pengayaan dan strategi membaca di semua mata pelajaran.

Sahabat Dunia Pendidikan, Lebih jelasnya silahkan ambil Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMP dibawah ini :


Demikianlah yang dapat disampaikan mengenai Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMP, semoga bermanfaat bagi kita semua, aamin.

sumber : http://www.pediapendidikan.com/2017/06/buku-panduan-gerakan-literasi-sekolah-smp.html

Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMA


Sahabat Dunia Pendidikan yang berbahagia, Siswa SMA di Indonesia berkemungkinan mempunyai potensi dan kemampuan yang sangat luar biasa untuk bersaing dengan siswa dari negara yang lebih maju seperti Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan yang dinilai mampu dalam bidang matematika sains, dan membaca. Berdasarkan hasil kajian dan pengalaman empiris diketahui bahwa membaca merupakan salah satu rahasia sukses siswa dari negara maju tersebut.
Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMA

Disadari bahwa kebiasaan membaca siswa SMA belum sepenuhnya tumbuh menjadi budaya. Oleh karena itu, kebiasaan membaca harus ditumbuhkembangkan di sekolah sebagai bagian dari pendidikan di SMA.

Sahabat Dunia Pendidikan, Dalam rangka membudayakan kebiasaan membaca, Direktorat Pembinaan SMA memprogramkan pembinaan peningkatan minat membaca siswa SMA melalui gerakan literasi sekolah.

Pada program tersebut, sekolah bersama dengan pemangku kepentingan lainnya memfasilitasi dan menggerakkan budaya membaca siswa.

Panduan ini (Dapat diambil di akhir artikel ini) merupakan referensi bagi kepala sekolah, pendidik, tenaga kependidikan, dan orang tua untuk memahami literasi dan menerapkannya di SMA. Substansi dari panduan ini akan terus dikembangkan. Oleh karena itu, saran dan masukan dari warga sekolah dan pemangku kepentingan sangat diperlukan. Semoga panduan ini dapat memberikan inspirasi dan inovasi bagi sekolah untuk melaksanakan program literasi dan menumbuhkembangkan budaya minat baca.

Sahabat Dunia Pendidikan, Panduan ini ditujukan bagi guru sebagai pendidik dan pustakawan sebagai tenaga kependidikan untuk membantu mereka melaksanakan kegiatan literasi di SMA. Selain itu, kepala sekolah perlu mengetahui isi panduan ini guna memfasilitasi guru dan pustakawan untuk menjalankan peran mereka dalam kegiatan literasi sekolah.

Dimanan GLS merupakan sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik.

Panduan GLS di SMA ini berisi penjelasan pelaksanaan kegiatan literasi di SMA yang terbagi menjadi tiga tahap, yakni: pembiasaan, pengembangan, dan pembelajaran. Ruang lingkup GLS di SMA, meliputi:
  1. Lingkungan fisik sekolah (ketersediaan fasilitas, sarana prasarana literasi);
  2. Lingkungan sosial dan afektif (dukungan dan partisipasi aktif semua warga sekolah) dalam melaksanakan kegiatan literasi SMA; dan
  3. Lingkungan akademik (adanya program literasi yang nyata dan bisa dilaksanakan oleh seluruh warga sekolah).

Sahabat Dunia Pendidikan untuk lebih jelasnya mengenai GLS di SMA, Berikut dilampirkan Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMA yang dapat diambil dibawah ini :


Demikianlah yang dapat disampaikan mengenai Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMA, semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

sumber : http://www.pediapendidikan.com/2017/06/buku-panduan-gerakan-literasi-sekolah-sma.html

Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMK


Sahabat Dunia Pendidikan yang berbahagia, Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMK ini disusun untuk memberikan acuan pokok kepada semua pemangku kepentingan yang terkait dengan pelaksanaan literasi di SMK.
Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMK

Dengan terbitnya panduan ini, diharapkan memberi kejelasan dan kemudahan semua pihak dalam melaksanakan berbagai perencanaan kegiatan, kerja sama dan memadukan program secara sinergis.

Dengan program yang disusun oleh berbagai pihak diharapkan akan meningkatkan kemampuan literasi peserta didik SMK, yang sekaligus akan meningkatkan perannya dalam kemajuan bangsa Indonesia.

Sahabat Dunia Pendidikan, Pendidikan literasi yang dilakukan di Indonesia, ditengarai belum mengembangkan kemampuan berpikir tinggi, atau HOTS (Higher Order Thinking Skills) yang meliputi kemampuan analitis, sintesis, evaluatif, kritis, imajinatif, dan kreatif.

Hal ini tergambar bahwa di sekolah, terdapat dikotomi antara belajar membaca (learning to read) dan membaca untuk belajar (reading to learn). Kegiatan membaca belum mendapatkan perhatian yang mendalam, terutama di mata pelajaran non-bahasa. Ketika mempelajari konten mata pelajaran normatif, adaptif dan produktif, guru kurang menggunakan teks materi pelajaran untuk mengembangkan kemampuan berpikir tinggi tersebut.

Siswa SMK yang terlahir di era teknologi informasi (digital natives) membaca dan menulis dilakukan dengan cara yang berbeda dari generasi sebelum mereka. Kecakapan ini harus terakomodasi di ruang kelas maupun di lingkungan SMK, sehingga harus dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan kecakapan kognitif, sosial, bahasa, visual, dan spiritual.

Sahabat Dunia Pendidikan, Ruang lingkup Gerakan Literasi Sekolah di SMK meliputi :
  1. Lingkungan fisik sekolah (ketersediaan fasilitas, sarana prasarana literasi).
  2. Lingkungan sosial dan afektif (dukungan dan partisipasi aktif semua warga sekolah) dalam melaksanakan kegiatan literasi SMK.
  3. Lingkungan akademik (adanya program literasi yang nyata dan bisa dilaksanakan oleh seluruh warga sekolah).

Desain Induk GLS, menyebutkan bahwa GLS dilaksanakan dalam 3 tahapan seperti disebutkan berikut ini :
  1. Penumbuhan minat baca melalui kegiatan 15 menit membaca (Permendikbud No. 23 Tahun 2015).
  2. Meningkatkan kemampuan literasi melalui kegiatan menanggapi buku pengayaan.
  3. Meningkatkan kemampuan literasi di semua mata pelajaran: menggunakan buku pengayaan dan strategi membaca di semua mata pelajaran.

Sahabat Dunia Pendidikan, Untuk lebih jelasnya mengenai Panduan Gerakan Literasi Sekolah di SMK silahkan ambil dibawah ini :


Demikianlah yang dapat disampaikan mengenai Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMK, semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

sumber : http://www.pediapendidikan.com/2017/06/buku-panduan-gerakan-literasi-sekolah-smk.html

Buku Saku Gerakan Literasi Sekolah (GLS)


Mengutip perkataan dari Ki Hadjar Dewantara "Pendidikan adalah daya upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti, pikiran, dan tubuh anak. Bagian-bagian itu tidak boleh dipisahkan agar kita dapat memajukan kesempurnaan hidup anak-anak kita."
Gerakan Literasi Sekolah (GLS)

baca juga :
> Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) Lengkap Untuk Semua Jenjang.
> Pembelajaran Agama Dengan Metode Contextual Teaching and Learning.
> 10 Cara Memberikan Motivasi Siswa Dalam Belajar.

Praktik pendidikan perlu menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran agar semua warganya tumbuh sebagai pembelajar sepanjang hayat. Untuk mendukungnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mengembangkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS).

GLS memperkuat gerakan penumbuhan budi pekerti sebagaimana dituangkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015. Salah satu kegiatan di dalam gerakan tersebut adalah kegiatan 15 menit membaca buku nonpelajaran sebelum waktu belajar dimulai.

Kegiatan ini dilaksanakan untuk menumbuhkan minat baca peserta didik serta meningkatkan keterampilan membaca agar pengetahuan dapat dikuasai secara lebih baik. Materi baca berisi nilai-nilai budi pekerti, berupa kearifan lokal, nasional, dan global yang disampaikan sesuai tahap perkembangan peserta didik.

Terobosan penting ini hendaknya melibatkan semua pemangku kepentingan di bidang pendidikan, mulai dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, hingga satuan pendidikan. Pelibatan orang tua peserta didik dan masyarakat juga menjadi komponen penting dalam GLS.

Sebelum Mengambil buku Saku Gerakan Literasi Sekolah pada akhir artikel ini. Berikut ini penjelasan singkat mengenai Gerakan Literasi Sekolah yang dijabarkan melalui beberapa pertanyaan :

APA GERAKAN LITERASI SEKOLAH?

Gerakan Literasi Sekolah Merupakan Sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik.

Seperti apakah sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang literat ?

Sekolah yang menyenangkan dan ramah anak di mana semua warganya menunjukkan empati, kepedulian, semangat ingin tahu dan cinta pengetahuan, cakap berkomunikasi dan dapat berkontribusi kepada lingkungan sosialnya.

Apa Pelibatan publik ?

Peran serta warga sekolah (guru, kepala sekolah, peserta didik, orang tua, tenaga pendidikan, pengawas sekolah, dan Komite Sekolah) akademisi, dunia usaha dan industri dan pemangku kepentingan di bawah koordinasi Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Sahabat Dunia Pendidikan Mengenai Gerkan Literasi Sekolah Secara Lengkap, silahkan ambil Buku Saku Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang tertera dibawah ini :

> Buku Saku Gerakan Literasi Sekolah (GLS).

Demikianlah yang dapat disampaikan mengenai Buku Saku Gerakan Literasi Sekolah (GLS), semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

sumber : http://www.pediapendidikan.com/2017/06/buku-saku-gerakan-literasi-sekolah-gls.html

Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) Lengkap Untuk Semua Jenjang


Pada abad ke-21 ini, kemampuan berliterasi peserta didik berkaitan erat dengan tuntutan keterampilan membaca yang berujung pada kemampuan memahami informasi secara analitis, kritis, dan reflektif.
Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) Lengkap Untuk Semua Jenjang

Berdasarkan hal itulah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengembangkan Gerakan Literasi
Sekolah (GLS). GLS merupakan sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajar yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik.

baca juga :
> Pedoman Penilaian Angka Kredit Guru Terbaru.
> Aplikasi Perhitungan dan Cetak Nilai Ijazah SKHU SD Terbaru.
> Materi Bimtek Penyegaran Kurikulum 2013 Tingkat SMP.

Keterampilan membaca berperan penting dalam kehidupan kita karena pengetahuan diperoleh melalui membaca. Oleh karena itu, keterampilan ini harus dikuasai peserta didik dengan baik sejak dini.

Dalam Pelaksanaannya GLS melibatkan berbagai pihak di berbagai tingkatan mulai dari pemangku kepentingan di tingkat pusat, daerah, satuan pendidikan sampai masyarakat. Tiap pihak yang terlibat dalam pelaksanaan GLS memiliki peran masing-masing. Penjelasan mengenai peran masing-masing pemangku kepentingan dijabarkan dalam dokumen Desain Induk Gerakan Literasi Sekolah.

Di dalam dokumen tersebut juga dijelaskan konsep, definisi, struktur koordinasi, strategi, gambaran umum tahapan kegiatan dalam GLS, serta monitoring dan evaluasi.

Untuk melaksanakan kegiatan GLS, diperlukan suatu panduan (dapat diambil diakhir artikel ini) yang merupakan penjabaran lebih lanjut dari Desain Induk Gerakan Literasi Sekolah (2016).

Buku Panduan GLS ini berisi penjelasan pelaksanaan kegiatan literasi yang terbagi menjadi tiga tahap, yakni: pembiasaan, pengembangan, dan pembelajaran beserta langkah-langkah operasional pelaksanaan dan beberapa contoh praktis instrumen penyertanya.

Selain Desain Induk, ada juga Panduan Gerakan Literasi Sekolah untuk tiap jenjang pendidikan yang menjelaskan tahap-tahap pelaksanaan GLS dan dapat diambil sesuai dengan jenjang yang tertera dibawah ini :

> Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SLB.
> Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SD.
> Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMP.
> Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMA.
> Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMK.
> Buku Saku Gerakan Literasi Sekolah (GLS).

Demikianlah yang dapat disampaikan mengenai Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) Lengkap Untuk Semua Jenjang, semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

sumber : http://www.pediapendidikan.com/2017/06/buku-panduan-gerakan-literasi-sekolah-lengkap.html

Berikut dibawah ini adalah Pedoman Penilaian Angka Kredit Guru Terbaru yang dapat di ambil diakhir laman ini.
Pedoman Penilaian Angka Kredit Guru Terbaru

Secara Singkat Pedoman Penilaian Angka Kredit Guru Terbaru yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Guru dan Tenaga Kependidikan dapat dijelaskan dibawah ini :

baca juga :
> Aplikasi Perhitungan dan Cetak Nilai Ijazah SKHU SD Terbaru.
> Materi Bimtek Penyegaran Kurikulum 2013 Tingkat SMP.
> Materi Bimtek Penyegaran Kurikulum 2013 Tingkat SD Terbaru.


Mekanisme Pemberkasan, Pengusulan, Penilaian, dan Penetapan Angka Kredit Jabatan Fungsional Guru.


1. Mekanisme Pemberkasan

Hal-hal yang harus dilakukan dalam pemberkasan Pengusulan DUPAK.

A. Guru : Mendokumentasikan bukti-bukti fisik prestasi kerja yang akan digunakan untuk mengusulkan angka kredit seperti :
  1. Membuat surat pernyataan pelaksanaan KBM Pembelajaran/bimbingan, PKB, dan Penunjang.
  2. Mengusulkan DUPAK berserta bukti fisik prestasi guru yang bersangkutan kepada pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit.

B. Pengajuan DUPAK Pertama Kali pasca berlakunya PermengPAN dan RB nomor 16/2009 setelah 1 januari 2013, dilakukan dengan ketentuan :
  1. Kegiatan sampai dengan 31 Desember 2012, dibuat berdasarkan kepmenpan nomor 84/1993;
  2. Kegiatan mulai 1 Januari 2013, dibuat berdasarkan PermenegPAN dan RB nomor 16/2009;
  3. AK yang diperoleh merupakan penjumlahan keduanya.

Sahabat dunia Pendidikan untuk lebih jelasnya silahkan ambil Pedoman Penilaian Angka Kredit Guru Terbaru dibawah ini ;

> Pedoman Penilaian Angka Kredit Guru Terbaru.

Demikianlah yang dapat disampaikan mengenai Pedoman Penilaian Angka Kredit Guru Terbaru, semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

sumber : http://www.pediapendidikan.com/2017/06/pedoman-penilaian-angka-kredit-guru.html

Aplikasi Perhitungan dan Cetak Nilai Ijazah SKHU SD Terbaru


Aplikasi Perhitungan dan Cetak Nilai Ijazah SKHU SD Terbaru ini di susun oleh Bapak UMAR MAKSUM dari SDN SUDIMORO 03 Kec. Bululawang Kab. Malang.
Aplikasi Perhitungan dan Cetak Nilai Ijazah SKHU SD Terbaru

Aplikasi Perhitungan dan Cetak Nilai Ijazah SKHU SD Terbaru ini disusun sesuai dengan Juknis Pengisian Ijazah Terbaru dan Juga Sudah Menggunakan 2 Kurikulum yaitu KTSP dan Kurikulum 2013.

Baca Juga :
> Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) Lengkap Untuk Semua Jenjang.
> Perangkat Akreditasi untuk SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA dan SMK Sesuai dengan Aturan Terbaru.
> PPDB Tahun Ajaran Baru untuk TK, SD, SMP, SMA/SMK, Sederajat sesuai dengan Aturan.

Aplikasi Perhitungan dan Cetak Nilai Ijazah SKHU SD Terbaru ini teridiri dari :

  1. Petunjuk Pengisian
  2. Pengisian Identitas Sekolah dan Identitas Siswa
  3. Pengisian Nilai Rapor Semester 7 s/d semester 12
  4. Pengisian Nilai Ujian Sekolah, Nilai Sikap atau Perilaku.
  5. Pengecekan Status Kelulusan Siswa dan Rakapitulasi atau Daftar kolektif Siswa
  6. Pencetakan SKHUS KTSP, Kurikulum 2013, SKHU 3 Mapel Utama.
  7. Pencetakan Ijazah Sementara yang Menggunakan KTSP dan Kurikulum 2013.
  8. DLL.

Catatan Lainnya Mengenai Aplikasi Perhitungan dan Cetak Nilai Ijazah SKHU SD ini yaitu bagi Sekolah yang menggunakan  KTSP mengisi Nilai Rapor Semester 7 s.d. 12 dan bagi Sekolah yang menggunakan kurikulum 2013 cukup mengisi Nilai Rapor semester 11 dan 12.

Untuk lebih jelasnya silahkan kunjungi dan Ambil Aplikasi Perhitungan dan Cetak Nilai Ijazah SKHU SD Terbaru dibawah ini :


Demikianlah yang dapat disampaikan mengenai Aplikasi Perhitungan dan Cetak Nilai Ijazah SKHU SD Terbaru, semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

sumber : http://www.pediapendidikan.com/2017/06/aplikasi-perhitungan-cetak-nilai-ijazah-sd.html

Materi Bimtek Penyegaran Kurikulum 2013 Tingkat SMP


Untuk memfasilitasi sekolah (SMP) meningkatkan kompetensi kepala sekolah dan guru serta membantu sekolah mengimplementasikan K13, Direktorat Pembinaan SMP menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan pendampingan pelaksanaan K13 bagi SMP.
Materi Bimtek Penyegaran Kurikulum 2013 Tingkat SMP

Bimbingan Teknis dan pendampingan pelaksanaan K13 tersebut – dengan sejumlah program pendukung lainnya – diharapkan mampu menjadikan jumlah SMP pelaksana K13 naik secara signifikan setiap tahun.

baca juga :
> Materi Bimtek Penyegaran Kurikulum 2013 Tingkat SD.
> Pedoman Penilaian Angka Kredit Guru Terbaru.
> Aplikasi Perhitungan dan Cetak Nilai Ijazah SKHU SD Terbaru.

Pada tahun 2017 ditargetkan sekitar 13.731 (35%) SMP telah melaksanakan K13, sementara tahun 2017 diharapkan 24.004 SMP (62%), tahun 2018 sebanyak 38.535 SMP (100%) di seluruh wilayah Indonesia sudah melaksanakan K13.

Bimbingan Teknis dan pendampingan implementasi K13 diselenggarakan dengan melibatkan peranserta Direktorat Pembinaan SMP, Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP), Dinas Pendidikan Provinsi, Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, sekolah pelaksana Kurikulum 2013 dengan
peran/tugas masing-masing.

Agar semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pelatihan dan pendampingan tersebut dapat menjalankan peran/tugasnya dengan baik, perlu dibuat panduan pelaksanaan pelatihan dan pendampingan pelaksanaan K13 di SMP.

Panduan tersebut antara lain mengatur ketentuan mengenai tujuan, sasaran/peserta, struktur program, materi, strategi, pendanaan, pengelolaan, dan pelaporan pelaksanaan pelatihan dan pendampingan.

Adapun bahan/materi Bimtek Penyegaran Kurikulum 2013 yang dapat kami share sbb:

Materi Paparan Umum
  1. Dinamika Perkembangan Kurikulum 2013.
  2. Materi Literasi dalam Pembelajaran.
  3. Penilaian untuk Pembelajaran Kur 2013.
  4. Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter.
  5. Strategi Literasi dalam Pembelajaran.

Demikianlah yang dapat disampaikan mengenai Materi Bimtek Penyegaran Kurikulum 2013 Tingkat SMP, semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Materi Bimtek Penyegaran Kurikulum 2013 Tingkat SD Terbaru


Dalam rangka mendukung pelaksanaan Kurikulum 2013 di sekolah dasar, perlu dilakukan pelatihan kepada semua pihak yang melakukan pembinaan, serta pendampingan terhadap pelaksana di tingkat satuan pendidikan, termasuk kepala seokolah, guru, serta pengawas.
Materi Bimtek Penyegaran Kurikulum 2013 Tingkat SD Terbaru

Bentuk peningkatan wawasan, pengetahuan dan keterampilan semua instruktur kurikulum mengikuti dinamika perkembangan kebijakan dan peraturan.

Merujuk perkembangan kebijakan kementerian, semua pelatih Kurikulum 2013 sekolah dasar, mulai narasumber nasional (NN), instruktur provinsi (IN), dan instruktur kabupaten/kota (IK) penyebutannya pada tahun 2017 disederhanakan menjadi Instruktur Kurikulum.

Pelatihan Instruktur Kurikulum pada tahun 2017 perlu dilakukan dengan maksud untuk memberikan penyegaran dan updating terhadap perkembangan terbaru dalam bentuk bimbinga teknis.

Dengan kata lain, pelatihan instruktur kurikulum di sekolah dasar dilakukan dalam bentuk bimbingan teknis, sehingga mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 33/PMK.02/2016 tentang Standar Biaya Masukan, satuan jam yan dipakai dalam kegiatan bimbingan teknis adalah 60 menit.

baca juga :
> Prinsip-prinsip dalam Menerapkan Pembelajaran Joyfull Learning (PAKEM).
> Strategi, Konsep dan Praktik Pembelajaran Joyfull Learning.
> RPP Kurikulum 2013 Kelas 1 SD Semester Genap Revisi Tahun 2016 Terbaru dan Lengkap.

Bimtek dan pendampingan pelaksanaan Kurikulum 2013 di sekolah dasar diselenggarakan secara terkoordinatif antara Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar, Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, LPMP, dan satuan pendidikan sesuai dengan tugas dan peran masing-masing.

Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar akan melaksanakan bimbinga teknis tim pengembang kurikulum 2013 sekolah dasar tingkat pusat yang terdiri atas instruktur kurikulum tingkat pusat dan provinsi, sedangkan LPMP akan menyelenggarakan bimbingan teknis terhadap instruktur kurikulum tingkat kabupaten/kota serta guru sasaran melalui kegiatan bimbingan teknis dan pendampingan.

Agar semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Bimtek dan pendampingan tersebut dapat menjalankan peran/tugasnya dengan baik, perlu disusun Panduan Bimbingan Teknis dan Pendampingan Pelaksanaan Kurikulum 2013 Sekolah Dasar.

Panduan ini antara lain mencakup latar belakang, landasan hukum, tujuan, sasaran, pendanaan, konsep dasar bimtek, konsep dasar pendampingan, strategi pelaksanaan bimtek dan pendampingan, monitoring, evaluasi, dan pelaporan.

Dengan panduan ini diharapkan ada persamaan persepsi dan langkah pembinaan dalam melaksanakan bimbingan teknis dan pendampingan penerapan Kurikulum 2013 di sekolah dasar.

Adapun Materi Penyegaran Bimtek Kurikulum 2013 Untuk Sekolah Dasar sbb:

Materi Umum :
  1. Kebijakan dan Dinamika Kurikulum 2013.
  2. Kebijakan dan Konsep Dasar PPK 2017.
  3. Modul PPK Bagi Guru 2017.
  4. Modul PPK Berbasis Kelas 2017.
  5. PPT PPK.
  6. PPT Penerapan Literasi dalam Pembelajaran.
  7. Silabus Bimtek Penerapan Literasi.

Demikianlah yang dapat disampaikan mengenai Materi Bimtek Penyegaran Kurikulum 2013 Tingkat SD Terbaru atau Revisi 2017, semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

sumber : http://www.pediapendidikan.com/2017/06/materi-penyegaran-kurikulum-2013-tingkat-sd.html

GuruSD.id

{picture#https://2.bp.blogspot.com/-IsySBY1ok4k/WM7C2LsvSxI/AAAAAAAAAXY/V5AmVZDFf94ykH2LhjzfJhrGLOamgUVZgCLcB/s200/Logo%2BOSIS%2BSD%2B-%2BCopy.png} GuruSD.id Mendidik Generasi Penerus Bangsa "Cerdas Berkualitas" {facebook#https://facebook.com} {twitter#https://twitter.com} {google#https://plus.google.com} {youtube#https://youtube.com}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.