Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

8 Langkah Mudah Mendisiplinkan Murid, Tanpa Teriak dan Membentak

8 Langkah Mudah Mendisiplinkan Murid, Tanpa Teriak dan Amarah

8 Langkah Mudah Mendisiplinkan Murid, Tanpa Teriak dan Membentak
Ilustrasi Guru Marah kepada Murid. photo istockphoto.com


Gurusd.id - Menjadikan murid disiplin adalah salah satu tujuan utama Guru dalam mendidik murid. murid yang disiplin biasanya mandiri, cerdas, pandai mengatur waktu, dan lainnya. Nah, mendisiplinkan murid bukan perkara mudah.


Berapa banyak guru yang merasa sudah mendisiplinkan murid, tapi hasilnya berujung pada kekecewaan. dan murid tetap tidak taat aturan, senang mengulur-ulur waktu, dan sebagainya.


Bahkan, ada sebagian guru yang teriak, marah-marah, bahkan memberikan hukuman keras dengan harapan muridnya bisa disiplin.


Apakah hal itu berhasil? Boleh jadi kelihatannya iya, tapi kenyataannya dalam jangka panjang, semua itu hanya memberikan dampak jangka pendek.


Murid disiplin karena takut dengan guru atau hukuman yang diberikan, bukan karena disiplin itu perlu dilakukan untuk kebaikan murid.


Bila Ibu dan Bapak guru mengalami kesulitan dalam mendisiplinkan murid, mengapa tidak mencoba 8 langkah mudah dalam mendisiplinkan murid yang kami sajikan berikut ini:


1. Jangan sekali-kali menggunakan kekerasan, baik yang menimbulkan luka maupun yang tidak seperti memukul pantat murid, menampar, mencubit, mengguncangkan badan, dan lain-lain.


Juga tak boleh menyerang secara verbal terhadap murid sehingga menimbulkan bahaya psikologis, seperti memaki murid dengan kata-kata yang tidak pantas, memanggil murid dengan nama panggilan negatif, memberikan label buruk, dan lain-lain.


2. Hindari penerapan disiplin berupa penarikan kasih sayang seperti berbagai bentuk pengabaian, mengisolasi, menunjukkan rasa tidak suka pada murid, dan lain-lain.


Ini akan berakibat buruk bagi perkembangan harga diri serta pembentukan rasa aman murid akan pemenuhan kasih sayang.


3. Berikan penguatan dan konsekuensi yang wajar. Penguatan (reward) dapat diberikan kepada murid jika ia menunjukkan perilaku positif yang diharapkan.


Murid pun harus mendapat kesan bahwa reward merupakan suatu yang istimewa.


Oleh karena itu, tetapkan target disiplin yang harus ia lakukan selama beberapa waktu ke depan.


Konsekuensi bisa diberikan jika murid melakukan pelanggaran dari aturan yang telah diterapkan dan dijelaskan. Terapkan secara privat (tidak di depan orang lain).


Mengapa? Konsekuensi ditujukan untuk meningkatkan kesadaran, bukan untuk menciptakan rasa bersalah.


Pastinya konsekuensi tersebut harus disertai penjelasan alasannya.


4. Mulailah dari perilaku yang mudah, sesuaikan dengan usia murid. Misalnya, waktu bangun, waktu tidur, belajar dan rutinitas sehari-hari lainnya.


5. Untuk tahap awal, berikan penghargaan dan konsekuansi segera setelah murid melakukan perilaku yang diharapkan, sehingga ia menyadari apresiasi ini adalah akibat dari perbuatannya.


6. Jadikan latihan disiplin sebagai budaya bersama seisi rumah, sehingga murid tidak merasa melakukannya sendirian.


7. Bila murid masih melanggar atau melakukan kesalahan, tidak perlu berteriak untuk mengingatkannya. Cukup contohkan bagaimana seharusnya.


Misal, murid tidak mau belajar di jam belajar, cukup temani membaca buku atau mengulang pelajaran yang harusnya dilakukan.


Jadikan jam belajar sebagai kegiatan bersama, guru membaca buku/majalah/koran untuk menemani murid belajar.


8. Lakukan pendekatan yang sistematis dan kreatif agar murid bisa memperkuat dirinya dengan cara memperbaiki kesalahannya.


Bagaimana melakukan pendekatan itu? Sebagai langkah awal murid harus memahami terlebih dahulu nilai-nilai yang dianut dalam keluarganya.


Bagaimana melakukan pendekatan itu? Sebagai langkah awal murid harus memahami terlebih dahulu nilai-nilai yang dianut dalam keluarganya.


Misal, kejujuran dan penghormatan terhadap diri sendiri dan orang lain.


Selanjutnya, nilai-nilai yang dianut tersebut dijadikan sebagai sarana untuk memperbaiki kesalahan dan memperkuat pribadi.


Dengan begitu, murid disiplin karena sadar semua itu baik buat dirinya atau sesuai dengan nilai-nilai positif, bukan karena agar terhindar dari hukuman, mendapatkan imbalan, apalagi paksaan/ancaman guru.


Dicoba yuk 8 langkah mudah disiplinkan murid di atas.


sumber: chefrenattamoeloek.website