Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

6 Alasan Mengapa Anak Cepat Bosan di Sekolah

Mengapa Anak Cepat Bosan di Sekolah? Berikut 6 Alasan yang Harus diperhatikan Ibu Bapak

Mengapa Anak Cepat Bosan di Sekolah? Berikut 6 Alasan yang Harus diperhatikan Ibu Bapak
Ilustrasi Anak Malas ke Sekolah photo: istockphoto.com


Gurusd.id - Meski terdengar remeh, rasa bosan sekolah ini sebenarnya bukanlah hal yang baik dan perlu Ibu Bapak atasi sesegera mungkin. Mengapa begitu? Ketika anak merasa bosan, perlahan-lahan mereka kehilangan semangat belajar.


Ini cenderung mendatangkan masalah baru seperti; semakin malas belajar, tidak mengerjakan pr dan tugas, atau nilainya turun. 


Ada baiknya Ibu Bapak memahami apa yang anak tidak sukai dan menyebabkan rasa bosannya. Kita dapat memperbaikinya dengan mengajak anak belajar besama atau semacamnya. 


Berikut ini kami telah merangkum 6 penyebab anak merasa bosan di sekolah. Simak selengkapnya ya,


1. Mereka tidak merasa tertantang


Perasaan tertantang memegang kunci penting bagi anak-anak untuk melakukan aktivitasnya. Semua kegiatan menantang yang dilakukan dengan penuh semangat akan terasa lebih menyenangkan dan hasilnya lebih baik. Khusunya jika anak-anak memiliki karakter yang suka tantangan. 


Perasaan tertantang akan membantu anak Ibu Bapak lebih semangat di sekolah. Kehilangan perasaan ini dapat menjadi salah satu alasan anak menjadi bosan bersekolah. 


Faktanya, banyak anak-anak yang merasa tidak semangat memiliki performa yang rendah di sekolah, mereka tidak rajin belajar, dan lebih memilih cara mengerjakan sesuatu dengan cepat tanpa memahami apa yang dipelajari. 


2. Pemahamannya kurang baik


Agar dapat mengikuti kegiatan di sekolah dengan baik, si Anak minimalnya perlu memahami materi yang diberikan oleh guru. 


Daya paham ini menjadi masalah bagi banyak anak-anak. Tidak mengherankan jika masalah ini juga yang menjadi alasan anak bosan. 


Pemahaman anak yang kurang di keas dapat terjadi karena banyak hal. Mungkin karena anak membutuhkan bimbingan lebih di rumah, sulit fokus, mata pelajarannya tidak menarik hati mereka, tipe belajar yang berbeda dengan yang diterapkan di sekolah. 


3. Tidak terkoneksi dengan teman atau guru


Anak yang kesulitan terhubung dengan guru dan teman-temannya kemungkinan besar bosan  di sekolah karena merasa terisolasi. Mereka mungkin merasa tidak ada yang nyaman atau dekat untuk dimintai tolong, sehingga lebih memilih diam menghadapi kesulitan. 


Perasaan terisolasi dapat muncul seolah anak merasa bosan, padahal mereka hanya kesepian di sekolah. 


Ibu Bapak dapat membantu anak mengatasi masalah ini dengan mengajak mereka berinteraksi dengan teman atau guru di sekolah yang dapat membantu meminimalisir rasa cemas anak. 


4. Kurang punya motivasi


Motivasi anak-anak juga berpengaruh terharap tingkat kejenuhannya di sekolah. Anak-anak yang merasa mereka paham pelajaran atau tidak tertarik dengan materi yang dibawakan akan mudah merasa tidak termotivasi. 


Ini mengakibatkan anak-anak kurang berkonsentrasi di sekolah dan membuat mereka menjadi bosan. 


Anak-anak yang sulit termotivasi berbeda dengan anak-anak malas. Anak-anak yang tidak termotivasi seringkali merasa pelajaran di sekolah tidak penting dan tidak bermanfaat bagi mereka. 


Ibu Bapak perlu waspada bila masalah motivasi ini terus menganggu si Anak. Sebab ada kemungkinan ini menjadi pertanda anak depresi atau memiliki kondisi ADHD. 



5. Sekolah terlalu mudah


Berbalikan dari masalah anak-anak yang sulit belajar. Bisa juga anak merasa bosan karena menganggap pelajaran yang diberikan terlalu mudah. 


Setiap anak memang memiliki daya tangkap yang berbeda-beda, dan bukan salah guru untuk memperlakukan setiap anak sesuai kemampuan mereka. 


Anak-anak ini umumnya memiliki daya tangkap yang cepat sehingga mudah merasa bosan ketika guru mereka di sekolah mengulang hal yang sudah mereka bisa sehingga merasa tidak mendapatkan hal yang baru. 


6. Kurang dekat dengan orangtua


Hal terakhir yang tidak kalah penting ialang dukungan dan kedekatan keluarga. 


Mengutip dari understood.org, kedekatan anak dengan keluarga dapat mendukung edukasi anak, khususnya membuat anak lebih berprestasi, meningkatkan nilainya, dan lebih rajin datang ke sekolah. 


Seperti yang disinggung sebelumnya, salah satu alasan anak bosan di sekolah karena mereka tidak memiliki motivasi. Salah satu pendorong motivasi sendiri ialah kehadiran keluarga. 


Keluarga yang supportif, mau menjadi teman belajar anak, mau memberikan anak dukungan dapat memberi anak semangat untuk melakukan yang terbaik dan membanggakan keluarga. 


Semoga dengan mengetahui penyebab anak merasa bosan, Ibu Bapak dapat memberbaiki dan menangani masalah ini dengan tepat. Semoga bermanfaat.


sumber: popmama.com