Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Kiat Meningkatkan Fungsi Kognitif Anak SD

Kiat Meningkatkan Fungsi Kognitif Anak SD

Kiat Meningkatkan Fungsi Kognitif Anak SD
Kognitif Anak


Kiat Meningkatkan Fungsi Kognitif Anak SD
Fungsi Kognitif Anak SD


Gurusd.id - Kognitif adalah keterampilan inti yang diperlukan untuk melakukan tugas apa pun mulai dari yang paling sederhana sampai paling rumit. Keterampilan ini didukung oleh kerja otak untuk memproses dan mengolah informasi baru yang diterima.


Perkembangan kognitif, termasuk pada anak, melibatkan proses membaca, belajar, berpikir, menalar, memecahkan masalah, hingga mengingat.


Ada banyak hal yang terlibat dalam proses pengolahan informasi di otak. Itulah mengapa perkembangan kognitif, termasuk pada anak, merupakan cara berpikir yang mencerminkan potensi kecerdasan otak.


Atas dasar inilah keterampilan kognitif tidak bisa dianggap sepele. Fungsi kognitif turut berkembang sejak usia kanak-kanak bersama dengan proses tumbuh kembang fisik hingga dewasa.


Perkembangan kognitif masing-masing anak bisa berbeda-beda, tergantung bagaimana dan seberapa baik mereka memproses informasi yang didapatkan.


Selama masa perkembangan anak usia 6-9 tahun, sisi kognitif anak turut terlibat dalam mendukung proses pembelajarannya.


Bagaimana Caranya Meningkatkan Fungsi Kognitif Anak SD?


Berbagai cara yang bisa Ibu Bapak upayakan untuk meningkatkan perkembangan kognitif otak anak:


1. Memberikan Asupan Gizi yang Tepat


Otak merupakan organ yang membutuhkan energi yang banyak agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik.


Memenuhi kebutuhan glukosa dan karbohidrat akan menyediakan energi yang cukup bagi otak untuk melakukan fungsinya.


Bukan hanya karbohidrat, asupan makanan sehat untuk anak juga sebaiknya mengandung vitamin, zat besi, DHA, protein, lemak, dan lainnya.


Asupan makanan tersebut berguna untuk memenuhi kebutuhan gizi anak sekolah sekaligus mendukung tumbuh kembangnya.


Berikan juga camilan sehat untuk anak di sela-sela waktu makan utamanya sebagai pengganjal perut.


2. Mengasah Imajinasi dengan Berbagai Aktivitas Menyenangkan


Sering melihat si kecil asyik sendiri dengan mainannya? Artinya, daya khayal anak sedang bermain di sana.


Seiring berjalannya waktu, imajinasi akan berhubungan erat dengan kemampuan bicara dan menjadi alat bagi anak untuk belajar memahami keadaan dan keberadaan di lingkungan.


Jadi, imajinasi anak berhubungan dengan tumbuh kembangnya.


Stimulasi yang bisa Anda lakukan untuk mendukung perkembangan kognitif sekaligus imajinasi anak yakni dengan mendongeng dan menggambar.


Saat mendongeng, kerja otak aktif dan anak tidak cuma mendengar tapi membuat imajinasi.


Aktivitas otak pendongeng dan pendengar sama sehingga membuat anak merasakan dan membayangkan apa yang diceritakan.


Bercerita juga berkaitan erat dengan fantasi dan kinerja otak. Melatih imajinasi bisa membuat anak belajar menyelesaikan masalah atau problem solving.


Ini karena saat mendengarkan cerita, anak akan menyelesaikan masalah dari cerita tersebut. Anak berusaha menebak apa yang akan terjadi di akhir cerita.


Itu sebabnya, belajar problem solving berhubungan juga dengan kecerdasaran dan fungsi kognitif anak.


3. Melatih Anak Bermain Alat Musik


Latihan musik dinilai mampu meningkatkan kemampuan akademik anak sekaligus skor intelligence quotient (IQ) yang lebih tinggi.


Alasannya karena musik ternyata memiliki “hubungan baik” dengan berbagai bidang yang berkembang di masa anak-anak.


Berdasarkan USC News, perkembangan otak khususnya perkembangan bahasa dan matematika anak cenderung lebih pesat.


Selain itu, berbagai cara berikut ini bisa dilakukan untuk mengasah perkembangan kemampuan kognitif anak agar lebih optimal:

  • Bantu dan dukung anak untuk menggapai tujuan yang sedang diusahakannya sekaligus membantunya untuk bangga dengan diri sendiri.
  • Ajak anak untuk melakukan hal menyenangkan bersama dalam rangka mengasah perkembangan kognitif yang dimilikinya, misalnya belajar dengan cara yang seru.
  • Biasakan anak untuk rutin membaca buku, baik buku cerita maupun buku yang berisi pengetahuan sesuai usianya.
  • Selalu dukung anak agar berani menghadapi tantangan baru dan menyelesaikan masalahnya.
  • Dukung anak untuk mengikuti kursus di luar sekolah maupun ekstrakulikuler di sekolah demi mengasah kemampuannya.


Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), biasakan juga untuk selalu memuji dan menghargai apa pun usaha dan hasil yang didapatkan anak.


Ketimbang berfokus pada kegagalan yang ia dapat dalam proses belajarnya, jadikan hal tersebut sebagai acuan bagi anak untuk berusaha lebih keras lagi.


Ambil contohnya saat anak mendapat nilai yang kurang memuaskan dalam ujian matematikanya di sekolah, beri semangat pada anak dan dukung ia untuk belajar lebih giat.


Jangan lupa, usahakan untuk menerapkan cara mendisiplinkan anak agar ia terbiasa sejak dini.