Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

15 Kegiatan Pembelajaran Problem Solving yang Menyenangkan

15 Kegiatan Menyenangkan Untuk Mengajarkan Problem Solving Pada Anak

15 Kegiatan Pembelajaran Problem Solving Pada Anak yang Menyenangkan
Metode Pembelajaran Problem Solving. Gambar istockphoto


Gurusd.id - Anak-anak menerima banyak kesempatan untuk belajar tentang dunia seiring bertambahnya usia. Namun, mereka juga sering menghadapi masalah, apakah itu tekanan teman sebaya, perhitungan aritmatika yang sulit, atau ketidaksepakatan dengan rekan-rekan mereka.


Manfaat keterampilan pemecahan masalah (Problem Solving) untuk anak-anak sangat banyak dan dapat membantu mereka secara efektif menghadapi situasi seperti itu.


Mereka akan belajar menemukan solusi praktis secara mandiri tanpa bergantung pada orang dewasa. 


Selanjutnya, ketika mereka menghadapi kesulitan, mereka akan lebih percaya diri dalam kemampuan mereka untuk menggunakan keterampilan pemecahan masalah (Problem Solving) mereka dan mengembangkan solusi inovatif mereka sendiri.


Dikutip dari laman momjunction.com, berikut kemampuan pemecahan masalah (Problem Solving) bagi anak-anak, terkait bagaimana menanamkan keterampilan ini pada mereka, dan beberapa latihan untuk membantu mereka mengembangkan keterampilan penting ini.


Pentingnya Keterampilan Pemecahan Masalah atau Problem Solving Untuk Anak


Pemecahan masalah (Problem Solving) bermanfaat bagi anak-anak dalam berbagai cara. Ini membantu mereka


  • Mengatasi tantangan dalam kehidupan sehari-hari.
  • Membuat keputusan yang efektif.
  • Ambil keterampilan lain, seperti kerja sama, berpikir kritis , dan kolaborasi di sepanjang jalan.
  • Selesaikan masalah tanpa menghancurkannya.
  • Berpikir di luar kotak.
  • Menjadi lebih independen.


Cara Menanamkan Keterampilan Pemecahan Masalah (Problem Solving) Pada Anak


Berikut adalah beberapa cara untuk mendorong anak Anda menggunakan keterampilan pemecahan masalah (Problem Solving) mereka.


1. Ujilah!

Setiap kali anak Anda menghadapi masalah, mintalah mereka untuk mengakuinya dan menerima tantangannya. 


Jika hasilnya tidak efektif, mereka dapat mencoba pendekatan yang berbeda. Ini akan mendorong anak Anda untuk melihat suatu masalah dari sudut yang berbeda.


2. Minta saran

Terkadang, Anda mungkin kesulitan membuat keputusan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, Anda mungkin kesulitan memutuskan apa yang akan dimasak untuk makan malam atau apa yang akan dikenakan ke bioskop. 


Mintalah anak-anak Anda untuk membantu Anda membuat keputusan sederhana ini. Ketika Anda meminta nasihat mereka, itu mengajarkan mereka bahwa mereka bukan satu-satunya yang menghadapi masalah. 


Ketika Anda menghargai ide-ide mereka, itu akan memberi mereka kepercayaan diri untuk memecahkan masalah secara mandiri.


3. Tarik napas dalam-dalam

Salah satu langkah pertama untuk pemecahan masalah (Problem Solving) yang efektif adalah tetap tenang. Bahkan dengan anak-anak, ketika emosi mereka tidak terkendali, sulit untuk melihat sesuatu secara rasional, dan kecenderungan untuk membuat keputusan impulsif menjadi lebih tinggi.


Penting untuk mengajari anak Anda menarik napas dalam-dalam setiap kali mereka merasa kehilangan kendali atas emosinya. Begitu mereka tenang, mereka dapat menilai situasi dengan lebih baik.


4. Nyatakan masalahnya

Akan membantu anak Anda jika mereka mengungkapkan secara verbal apa yang mereka rasakan dan apa yang mereka perjuangkan setelah menenangkan diri. 


Ini membantu mereka mendapatkan perspektif dan memudahkan mereka untuk menemukan solusi potensial.


5. Jangan berikan “jawabannya”

Meskipun sulit untuk melihat anak Anda bergumul dengan suatu masalah, jangan langsung memberi mereka jawaban. 


Sebaliknya, beri mereka petunjuk untuk membantu mereka memecahkan masalah secara mandiri. Dengan cara ini, mereka dapat belajar menemukan solusi kreatif secara mandiri.


6. Pimpin dengan memberi contoh

Anak-anak seperti spons dan mengambil sesuatu dengan sangat cepat. Jadi, ketika Anda menghadapi masalah dan menemukan solusi yang efektif, mereka akan melihat bagaimana Anda mengatasi masalah dan mencoba meniru Anda.


7. Biarkan konsekuensi alami terungkap

Terkadang, membiarkan masalah berjalan dengan sendirinya adalah cara terbaik untuk mengatasinya. Jadi, ketika anak Anda menghadapi masalah, biarkan saja. 


Misalkan anak Anda menghabiskan semua uang saku mingguan mereka dalam satu atau dua hari; biarkan mereka pergi sepanjang minggu tanpa uang saku. 


Ini akan mengatur mereka untuk membuat pilihan yang lebih baik di masa depan.


15 Aktivitas Pemecahan Masalah Untuk Anak


Tidak ada cara yang lebih baik untuk belajar selain melalui bermain. Kegiatan-kegiatan berikut ini cukup menyenangkan dan menuntut anak-anak untuk menampilkan keterampilan pemecahan masalah mereka.


1. Teka-teki

15 Kegiatan Pembelajaran Problem Solving Pada Anak yang Menyenangkan
Permainan Teka teki. Gambar: Shutterstock

Salah satu kegiatan pemecahan masalah terbaik untuk anak-anak adalah teka-teki. Mereka datang dalam berbagai tingkat kesulitan. 


Berdasarkan usia anak Anda, Anda dapat memilih yang sesuai. Beri mereka teka-teki, dan mereka akan belajar menganalisis masalah/pertanyaan, menemukan berbagai cara untuk menyelesaikannya, dan sampai pada solusi.


Selain itu, kegiatan ini akan membantu meningkatkan keterampilan berpikir kritis, keterampilan motorik kasar, dan koordinasi tangan-mata mereka.


2. Perburuan pemulung

15 Kegiatan Pembelajaran Problem Solving Pada Anak yang Menyenangkan
Berburu sampah. Gambar: Shutterstock

Salah satu kegiatan edukatif yang harus dikenalkan oleh setiap orang tua kepada anak-anaknya adalah berburu. 


Ini adalah aktivitas yang murah, mudah, dan menyenangkan yang dapat dilakukan baik di dalam maupun di luar ruangan dan tidak memerlukan apa pun selain barang-barang yang sudah Anda miliki di rumah. 


Kegiatan ini memungkinkan anak-anak untuk berpikir di luar kotak. Tanpa disadari, mereka belajar keterampilan memecahkan masalah dengan cara yang menyenangkan.


3. Buku cerita

15 Kegiatan Pembelajaran Problem Solving Pada Anak yang Menyenangkan
Membaca buku Cerita. Gambar: Shutterstock

Membaca menawarkan banyak manfaat. Salah satunya adalah pemecahan masalah. Ketika anak-anak membaca cerita , mereka menemukan berbagai karakter dan peran yang mereka mainkan. 


Paling sering, anak-anak melekat pada karakter ini. Jadi, ketika mereka menemukan masalah, tanyakan kepada mereka bagaimana karakter favorit mereka akan menyelesaikannya.


Dorong mereka untuk menemukan berbagai solusi dan mendiskusikan kemungkinan hasil dari masing-masing solusi.


4. Kerajinan

15 Kegiatan Pembelajaran Problem Solving Pada Anak yang Menyenangkan
Membuat Kerajinan. Gambar: Shutterstock

Melibatkan mereka dalam seni dan kerajinan adalah cara lain yang sangat baik untuk mengajari anak-anak keterampilan memecahkan masalah. 


Berikan anak Anda berbagai bahan yang tergeletak di sekitar rumah. Biarkan mereka membuat segala macam kreasi menarik atau memperbaiki mainan atau gadget yang rusak. 


Biarkan mereka bekerja secara mandiri, dan bimbing mereka hanya ketika mereka kehabisan ide.


5. Pertanyaan terbuka

15 Kegiatan Pembelajaran Problem Solving Pada Anak yang Menyenangkan
Mengajukan pertanyaan kepada anak. Gambar: Shutterstock

Mengajukan pertanyaan terbuka adalah cara terbaik untuk meningkatkan kemampuan anak Anda untuk berpikir kreatif dan kritis dan meningkatkan keterampilan pemecahan masalah mereka. 


Dengan pertanyaan-pertanyaan ini, tidak ada jawaban yang benar atau salah, dan jawabannya lebih dari sekadar 'tidak' atau 'ya.' 


Mereka harus memikirkan jawaban mereka. Berikut adalah beberapa pertanyaan yang dapat Anda ajukan setelah setiap sesi.

Apa yang sulit? Apa yang mudah?
Apa yang kamu pelajari?
Menurutmu apa yang akan terjadi nanti?
Bagaimana Anda sampai pada solusi?
Apa yang akan Anda lakukan secara berbeda di lain waktu?


6. Labirin

15 Kegiatan Pembelajaran Problem Solving Pada Anak yang Menyenangkan
Membuat Labirin. Gambar: Shutterstock

Labirin menyenangkan dan aman untuk semua kelompok umur. Ketika mereka mengerjakan labirin, itu membuat mereka berpikir. 


Kegiatan ini juga meningkatkan keterampilan motorik, keterampilan pengamatan, rasa arah, dan keterampilan memecahkan masalah. 


Pikirkan di luar labirin buku – Anda dapat menemukan banyak permainan labirin di web. Dengan latihan, mereka akan menjadi lebih baik dalam menemukan jalan keluar. 


Akhirnya, Anda dapat memberi mereka labirin yang lebih kompleks untuk dipecahkan.


7. Perburuan harta karun mini

15 Kegiatan Pembelajaran Problem Solving Pada Anak yang Menyenangkan
Berburu harta karun. Gambar: Shutterstock

Perburuan harta karun adalah salah satu permainan yang bisa melibatkan seluruh keluarga. Anda dapat menjaga pikiran mereka tetap bekerja, terutama jika mereka tahu mereka akan memenangkan sesuatu pada akhirnya. 


Beri mereka petunjuk yang mendorong mereka untuk berpikir di luar kebiasaan dan menggunakan keterampilan memecahkan masalah mereka untuk menemukan harta karun pada akhirnya. 


Berikut adalah beberapa petunjuk yang dapat Anda gunakan untuk membiarkan mereka menemukan harta karun tersebut:

  • Tugasku adalah mengakhiri tidurmu. Saya melakukannya dengan bunyi bip, buzz, atau musik. (Jawab: jam alarm)
  • Saya tidak memiliki wajah atau lengan, tetapi saya memiliki tangan yang bergerak dengan kecepatan tetap. (Jawab: Jam)
  • Saya dipenuhi dengan bulu-bulu lembut, dan sangat tidak mungkin bagi Anda untuk tidur tanpa saya. (Jawab: Bantal/selimut)
  • Gunakan saya untuk membersihkan mobil Anda dalam sekejap atau untuk memberi minum tanaman. (Jawab: Selang air)


8. Membangun dengan mainan

15 Kegiatan Pembelajaran Problem Solving Pada Anak yang Menyenangkan
Bermain Lego. Gambar: Shutterstock

Berikan anak-anak Anda balok LEGO, balok kayu, balok rekayasa, dll., dan buat mereka membangun apa pun yang mereka inginkan. 


Membangun dengan mainan mengharuskan anak Anda untuk berpikir tentang apa yang harus dibuat dan bagaimana menyatukan bagian-bagiannya dan menghasilkan solusi kreatif untuk memastikan desainnya berfungsi. 


Anda dapat sesekali meminta mereka untuk membangun sesuatu yang menantang, seperti makhluk dengan tiga tangan atau dua menara dengan jembatan penghubung. 


Perhatikan mereka memeras otak mereka saat mereka mencoba membuat sebuah struktur.


9. Jaring wol

Berikan anak-anak sebuah benang warna-warni dan mintalah mereka untuk berdiri membentuk lingkaran. 


Satu orang melingkarkan bola benang di jari dan mengopernya ke orang lain. Setelah setiap orang mendapat kesempatan untuk memegang bola dan melingkarkan benang di jari mereka, sebuah jaring akan dibuat.


Sekarang, tutup mata salah satu anggota dan minta mereka untuk mengikuti instruksi lisan dari yang lain untuk membuka jaring. 


Kegiatan kelompok ini melibatkan kerjasama tim, fokus, kesabaran, koordinasi, konsentrasi, dan keterampilan pemecahan masalah untuk mencari jalan keluar.


10. Simpul manusia

Ini adalah permainan sederhana yang sangat menyenangkan. Dalam permainan ini, Anda membutuhkan sekelompok anak-anak. 


Buat anak-anak membentuk lingkaran dan angkat tangan. Mulailah dengan satu pemain, yang harus menggunakan tangan kanan mereka untuk memegang tangan pemain dari seberang lingkaran dan tangan kiri mereka ke tangan orang lain. 


Periksa apakah setiap orang telah memegang kedua tangan dengan pemain yang berbeda. Sekarang, tanpa memutus lingkaran, mereka harus melepaskan diri. 


Tantangan selesai setelah tangan semua orang bebas dan mereka kembali ke lingkaran.


11. sandiwara dadakan

Bagilah pemain menjadi beberapa tim. Tuliskan berbagai skenario, seperti menangani perundungan di sekolah atau menyelesaikan pertengkaran antar saudara kandung, di selembar kertas, lipat, dan letakkan di mangkuk. 


Setiap tim/pemain mengambil sebuah chit dan memerankan skenario. Anda dapat memberi mereka batas waktu untuk bersiap. 


Kegiatan dadakan tersebut membantu anak-anak mengidentifikasi masalah, merumuskan solusi, dan melaksanakannya.


12. Gambar kelompok

Kegiatan membangun tim yang sangat baik lainnya untuk mengasah keterampilan pemecahan masalah anak-anak adalah menggambar kelompok. 


Bagilah anak-anak menjadi tim yang terdiri dari tiga orang. Masing-masing dari tiga pemain dalam tim memiliki peran untuk dimainkan .


Satu orang adalah laci, yang mengambil arahan dari instruktur untuk mencoba membuat desain. Mereka harus berdiri membelakangi instruktur dan penonton dan tidak boleh berbicara.


Selanjutnya adalah instruktur. Instruktur adalah orang yang memberikan instruksi lisan tentang bagaimana laci harus menggambar desain tertentu.


Pemirsa melihat desain. Tapi, mereka tidak diperbolehkan berbicara dan hanya bisa berkomunikasi dengan instruktur melalui gerak tubuh.


Anda memiliki pemenang ketika pemirsa puas dengan gambar laci. Anda dapat membiarkan anak-anak bergiliran memainkan peran yang berbeda.


13. Beri tahu saya

Clue me in adalah gim detektif seru yang mendorong perkembangan kognitif, pemikiran kritis, dan pemecahan masalah. 


Mulailah dengan memilih lima hingga enam jawaban target, seperti tokoh masyarakat, hewan, peristiwa sejarah, tren sosial, atau profesi. 


Sekarang, kumpulkan lima hingga sepuluh item yang terkait dengan setiap jawaban target. Mereka dapat gambar dari Internet juga. Tempatkan mereka di tas yang berbeda.


Sekarang putuskan berapa banyak petunjuk yang dapat diambil seorang anak sebelum menebak. Jika dua, biarkan anak mengambil dua petunjuk dari tas dan membuat tebakan pertama mereka. Lihat siapa yang bisa menjawab paling cepat.


14. Skenario selamat

Inilah game lain yang tidak memerlukan item apa pun. Dalam permainan ini, Anda harus membuat skenario bermain pura-pura untuk anak-anak, dan mereka harus menganalisis dan berpikir di luar kotak untuk menyelesaikannya. 


Misalnya, beri mereka skenario ini, “Anda terjebak di sebuah pulau, dan Anda tahu bantuan tidak akan datang selama dua hari. 


Bagaimana Anda akan membuat tempat berlindung untuk diri sendiri dengan barang-barang di sekitar Anda? 


Ini mendorong mereka untuk memikirkan skenario yang berbeda dan mencari solusi untuk keluar dari situasi tersebut.


15. Dilema moral

Anak-anak sering menemukan diri mereka dalam dilema. Permainan sederhana ini, tanpa sepengetahuan mereka, akan membantu mereka mengatasi skenario seperti itu. 


Di atas kertas, tuliskan dilema yang berbeda, seperti 'Kasir memberi saya kembalian Rp.1000 tambahan; apa yang harus saya lakukan?' atau 'Saya melihat teman saya menindas seseorang di sekolah. 


Haruskah saya menghentikan mereka atau membiarkan mereka begitu saja?' Kemudian lipat dan letakkan di mangkuk. 


Mintalah setiap anak untuk mengambil selembar kertas, membacanya dengan keras, dan menemukan solusi kreatif di tempat untuk menangani situasi tersebut.


Terimakasih telah berkunjung di Komunitas Guru SD, Semoga bermanfaat