Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Mengenal Tahapan Perkembangan Anak Usia 6-9 Tahun

Tahap - Tahap Perkembangan Anak Usia 6-9 Tahun

Tahap - Tahap Perkembangan Anak Usia 6-9 Tahun
pertumbuhan dan perkembangan anak usia 6-9 tahun. gambar istockphoto.com


Gurusd.id - Tahap perkembangan yang dialami anak di usia 6-9 tahun adalah perkembangan fisik, emosi, sosial, kognitif, bahasa, serta berbicara. Setiap bertambahnya usia anak, perkembangan yang dialami pun berbeda-beda. Kira-kira apa saja yang dialami anak pada tahapan perkembangan di usia sekolah? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.


Dikutip dari laman hellosehat.com, Seiring pertambahan usianya, setiap anak akan mengalami berbagai pertumbuhan dan perkembangan.


Sebagai orangtua, Anda perlu mengetahui gambaran secara umum tahap apa saja yang dialami anak usia 6-9 tahun pada masa perkembangannya.


Tahap perkembangan anak usia 6 tahun


Perkembangan anak usia 6 tahun adalah tahap awal dari berbagai tahapan perkembangan yang dialami anak usia 6-9 tahun.


Di usia ini, anak akan mengalami perkembangan fisik, emosi, sosial, berbicara, bahasa, dan kognitif.


Perkembangan fisik usia 6 tahun


Jika diberikan gambaran secara umum, pada usia 6 tahun, anak sekolah akan mengalami perkembangan fisik berupa pertambahan tinggi badan, berat bada, dan gigi susu yang mulai tanggal satu per satu.


Di samping itu, pada tahapan perkembangan fisik usia 6 tahun, anak juga akan meningkatkan kemampuan fisiknya.


Tidak ada salahnya untuk mengajak anak bermain di luar rumah dan melakukan berbagai aktivitas fisik anak.


Tahap perkembangan anak di usia sekolah, yaitu 6-9 tahun, juga ditandai dengan kemampuan koordinasi motorik halus yang juga mulai terbentuk.


Anak usia 6 tahun semakin lihai dalam menggambar dan menulis sehingga gambarnya sudah mulai memiliki bentuk yang lebih mudah dimengerti.


Begitu pula dengan tulisan tangannya yang menjadi lebih mudah dibaca.


Perkembangan emosi usia 6 tahun


Selain perkembangan fisik, anak usia 6-9 tahun juga akan mengalami tahap perkembangan lain, misalnya perkembangan psikologi, seperti emosi.


Di usia 6 tahun, anak memang menjadi lebih peka terhadap emosi atau perasaan, baik perasaannya sendiri maupun perasaan orang lain.


Selain itu, pada usia ini, anak juga mulai membentuk sikap kemandirian.


Hal ini mungkin ditandai dengan mulai mandi sendiri, memilih dan mengenakan pakaiannya sendiri, hingga menyisir rambutnya sendiri.


Sebagai orangtua, Anda bisa menawarkan bantuan kepada anak jika ia terlihat masih kesulitan melakukannya sendiri.


Perkembangan sosial anak usia 6 tahun


Di usia 6 tahun atau awal sekolah, anak juga akan mengalami perkembangan sosial. Anak yang berusia 6 tahun mulai bisa mahir dalam menjaga hubungan dengan teman dan anggota keluarga.


Sebagai bentuk perkembangan sosial di tahap awal pada anak usia 6-9 tahun, memasuki usia ini anak mulai senang berbagi. Jadi, Anda bisa mendidik anak untuk berbagai.


Anak umur 6 tahun sudah mulai mau berbagi makanan, mainan, atau benda-benda lainnya bersama dengan teman di sekolah maupun saudara di rumah.


Perkembangan kognitif anak usia 6 tahun


Perkembangan kognitif anak adalah perkembangan terkait kemampuan berpikir.


Pada tahap awal tumbuh kembang untuk anak usia 6-9 tahun ini, anak usia 6 tahun akan mengalami perkembangan kognitif yang ditandai dengan:

  • Anak sudah bisa memberi tahu Anda berapa usianya.
  • Anak sudah bisa berhitung dan sudah memahami konsep dari angka.


Salah satu tahap perkembangan anak usia 6 tahun ini juga ditandai dengan kemampuan anak untuk berkonsentrasi lebih lama.


Perkembangan bahasa usia 6 tahun


Seiring dengan bertambahnya usia anak, kemampuannya dalam berbahasa juga semakin meningkat.


Anak semakin senang membaca, bahkan beberapa di antaranya menjadi gemar menulis cerita, khususnya tentang dirinya.


Dalam membaca, anak mungkin mulai menikmati waktunya membaca buku cerita dan menceritakannya kembali kepada orang lain.


Tahap perkembangan anak usia 7 tahun


Tahap selanjutnya yakni perkembangan anak usia 7 tahun.


Sama seperti tahapan perkembangan di usia 6 tahun, pada usia ini anak juga akan mengalami perkembangan fisik, emosi, sosial, kognitif, dan juga bahasa.


Perkembangan fisik usia 7 tahun


Menurut C. S. Mott Children’s Hospital, perkembangan fisik anak di usia ini ditandai dengan pertambahan tinggi sebanyak 6 cm dan berat badan 3 kg.


Tak hanya itu, gigi susu anak yang perlahan lepas juga mulai berganti dengan gigi permanen.


Sedikit berbeda dengan perkembangan fisik yang terjadi pada usia 6 tahun, pada usia 7 tahun nini, perkembangan fisik yang dialami anak lebih ke bentuk penyempurnaan.


Artinya, tidak banyak kemampuan fisik baru yang dimiliki anak, melainkan kemampuan fisik yang sudah ada menjadi lebih baik lagi.


Perkembangan emosi usia 7 tahun


Tahap perkembangan emosi pada usia 7 tahun juga termasuk rangkaian perkembangan anak di usia 6-9 tahun. Bisa dikatakan bahwa pada usia 7 tahun anak sudah lebih dewasa dalam mengatur perasaan yang dimilikinya.


Meski begitu, anak Anda mungkin sesekali masih sering tidak bisa menahan dirinya saat merasa sedih atau marah.


Walaupun sudah tumbuh menjadi anak yang lebih dewasa, bukan berarti beradaptasi menjadi hal yang mudah baginya.


Anak mungkin sudah bisa dengan adanya berbagai perubahan yang dihadapi saat berada di luar rumah.


Akan tetapi, anak cenderung mendapatkan rasa aman dan nyaman saat masih bisa menjalani rutinitasnya selama di rumah.


Sejak usia dini, biasakan untuk menerapkan cara mendisiplinkan anak dan membiasakan anak jujur dalam hal apa pun.


Perkembangan sosial usia 7 tahun


Berikutnya, bagian dari tahap tumbuh kembang anak usia 6-9 tahun adalah perkembangan sosial yang dialaminya di usia 7 tahun.


Sebagai bagian dari perkembangan sosialnya, anak mulai lebih peduli terhadap apa yang dipikirkan oleh orang lain.


Anda bisa terus mendidik anak untuk peduli dengan apa pun sekitarnya.


Anak juga mulai membentuk kedekatan dengan orang dewasa lain yang bukan orangtuanya. Sebagai contoh, anak mulai dekat dengan guru, kerabat, atau teman orangtuanya.


Hal ini terjadi karena lingkup sosial anak juga mulai meluas.


Perkembangan kognitif usia 7 tahun


Di usia 7 tahun, perkembangan kognitifnya ditandai dengan meningkatnya rasa penasaran anak terhadap dunia di sekelilingnya.


Anak mulai bertanya dan mencari tahu tentang berbagai hal yang ditemui dan dilihatnya.


Tak segan, anak juga akan menceritakan apa yang diketahuinya kepada orang yang ditemuinya dengan sangat bangga.


Bahkan, anak dengan senang hati membagi pengetahuan yang dimilikinya pada saudara yang lebih muda darinya.


Perkembangan bahasa usia 7 tahun


Pada usia 7 tahun, perkembangan bahasa anak juga semakin meningkat, misalnya anak sudah bisa membaca dengan baik, meski masih terbatas pada kata yang susah dieja.


Kemampuan anak dalam membaca memang akan terus meningkat di usia 7 tahun. Anak mungkin semakin suka membaca buku dengan cerita yang lebih kompleks.


Anak juga akan semakin cepat saat membaca dan sudah bisa diajak berdiskusi mengenai isi buku yang dibacanya.


Bahkan, anak pada usia ini juga semakin lancar membuat tulisan yang lebih rumit dan menarik dalam bentuk esai maupun cerita.


Untuk mendukung perkembangan bahasa anak, Anda bisa membantunya agar lebih suka membaca buku. Contoh nyatanya yakni dengan mengajak anak untuk membaca buku bersama-sama.


Tahap perkembangan anak usia 8 tahun


Pada usia 8 tahun, anak juga akan mengalami berbagai tahap perkembangan yang merupakan bagian dari perkembangan anak usia 6-9 tahun.


Perkembangan anak usia 8 tahun juga mencakup segi fisik, emosi, sosial, hingga kognitif.


Perkembangan fisik usia 8 tahun


Sama seperti perkembangan fisik di usia sebelumnya, anak akan mengalami peningkatan tinggi dan berat badan.


Selain itu, perkembangan fisik anak akan ditandai dengan kemampuan koordinasi fisiknya yang meningkat, sehingga ia bisa melompat, bermain lompat tali, atau main kejar-kejaran.


Tahap perkembangan fisik anak di usia 8 tahun merupakan bagian dari perkembangan anak usia 6-9 tahun.


Maka itu, selama anak usia ini, sebaiknya izinkan anak untuk bermain di luar rumah.


Selain itu, ajak anak untuk aktif berkegiatan fisik seperti berolahraga dan lain sebagainya.


Perkembangan emosi usia 8 tahun


Bagian dari tahap perkembangan anak usia 6-9 tahun juga mencakup perkembangan emosi yang dialami anak pada usia ini.


Pada usia ini, anak mungkin mulai bisa menutupi perasaan demi menjaga perasaan orang lain.


Sebagai contoh, saat ditawari makanan di rumah teman, anak mungkin bilang makanan tersebut enak.


Padahal, sesungguhnya anak tidak menyukai makanan tersebut. Anak juga mulai memahami sebagian kecil dari identitas dirinya.


Tak jarang, pada bagian dari tahap perkembangan anak usia 6-9 tahun ini, anak juga mulai mengalami pergulatan batin antara rasa percaya dan rasa ragu terhadap diri sendiri.


Perkembangan sosial usia 8 tahun


Ada pula perkembangan sosial pada usia 8 tahun sebagai bagian dari tahap perkembangan anak usia 6-9 tahun. Pada usia 8 tahun ini perkembangan anak sangat terlihat sudah memiliki beberapa teman dekat.


Jika anak menunjukkan gejala berbeda, misalnya anak takut pergi ke sekolah, Anda perlu mencari tahu apa penyebabnya.


Perkembangan kognitif usia 8 tahun


Sebagai bagian dari tahap perkembangan anak usia 6-9 tahun, perkembangan kognitif anak di usia 8 tahun ini juga ditandai dengan kemampuan berpikirnya.


Pikiran anak mulai terpengaruh oleh perasaan yang dimilikinya.


Saat itu, anak mungkin mulai kesulitan untuk menemukan jalan keluar dari suatu masalah saat sedang merasa marah.


Perkembangan bahasa usia 8 tahun


Sementara itu, tahap perkembangan bahasa anak usia 6-9 tahun juga mencakup perkembangan yang dialami pada usia 8 tahun.


Biasanya, pada usia ini, anak mulai memiliki semakin banyak kosakata yang sudah dipahami.


Jika anak Anda dibiasakan membaca, mungkin kosakata yang dimilikinya bisa lebih banyak lagi.


Tahap perkembangan anak usia 9 tahun


Sebagai bagian dari usia sekolah, yaitu 6-9 tahun, anak usia 9 tahun juga mengalami variasi tahap perkembangan yang menarik.


Beberapa di antaranya adalah berbagai perkembangan anak usia 9 tahun:


Perkembangan fisik usia 9 tahun


Sama seperti tahap perkembangan fisik yang dialami anak usia sekolah lainnya, yaitu pada usia 6-9 tahun, payudara anak perempuan mulai terbentuk.


Anak perempuan Anda mungkin ada yang sudah mengalami menstruasi pertamanya.


Ya, pada usia ini, anak perempuan mungkin sudah banyak yang mengalami pubertas. Bahkan, tubuhnya perlahan menunjukkan ciri-ciri pubertas pada anak perempuan.


Akan tetapi, hal ini mungkin berbeda dengan yang terjadi pada anak laki-laki. Biasanya, pada usia ini, anak laki-laki belum menunjukkan tanda-tanda puber.


Perkembangan emosi usia 9 tahun


Anak usia 9 tahun akan mengalami perkembangan emosi berupa:

  • Anak mulai melakukan segala sesuatu dengan caranya sendiri, meski terkadang masih mau mendengarkan orang lain.
  • Anak mulai menunjukkan sikap-sikap yang kurang sopan jika suatu hal terjadi tidak sesuai yang diharapkannya.
  • Anak mulai mencari rasa nyaman dari teman sebaya saat merasakan hal yang membuatnya merasa tidak nyaman, meski terkadang lebih suka mengatasinya sendiri.


Anak mungkin sering mengalami perubahan suasana hati dalam waktu yang begitu cepat.


Hal ini memang merupakan bagian dari tahap perkembangan emosi anak di usia sekolah yaitu 6-9 tahun.


Perkembangan sosial usia 9 tahun


Di usia 9 tahun, tahap perkembangan anak usia 6-9 tahun ini juga ditandai dengan semakin banyaknya waktu yang dihabiskan anak bersama dengan temannya.


Namun, anak mulai menikmati waktu bersama dengan teman dengan cara yang berbeda.


Sebagai contoh, anak laki-laki cenderung lebih suka menghabiskan waktu bermain hal-hal yang melibatkan fisik.


Sementara, anak perempuan memiliki kecenderungan untuk lebih suka permainan seperti board games dan sejenisnya.


Perkembangan kognitif usia 9 tahun


Usia 9 tahun termasuk bagian dari usia sekolah. Pada bagian dari tahap perkembangan kognitif yang dialami oleh anak usia 6-9 tahun ini, anak sudah mulai bisa bekerjasama dalam mengerjakan tugas sekolah.


Kegemaran anak juga mulai berganti-ganti. Anak mungkin semakin tertarik dan ingin mempelajari banyak hal di sekolah.


Perkembangan bahasa usia 9 tahun


Selain bisa berbicara dengan baik, bagian dari tahap perkembangan bahasa anak usia 6-9 tahun ini juga ditunjukkan dengan kemampuan menulis dan membaca anak yang semakin lihai.


Anda juga bisa mendukung perkembangan ini dengan memberikan semakin banyak buku bacaan yang bervariasi untuk anak.


Terimakasih telah berkunjung di Komunitas Guru SD, Semoga bermanfaat.

Post a Comment for "Mengenal Tahapan Perkembangan Anak Usia 6-9 Tahun"