Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Cara Memilih Teman untuk Anak Agar Tak Terjerumus Sesama Jenis

Agar Anak Tak Terjerumus Sesama Jenis Berikut Cara Memilih Temannya


Gurusd.id - Masih ingat kasus pemerkos4 berantai asal Indonesia, Reynhard Sinaga, dengan korb4n perk0s4an 195 pria yang menggemparkan Inggris? Awasi dan pantau perkembangan orientasi s3ksu4l anak-anak. Ini cara memilih teman gaul untuk anak agar orientasi s3ksu4l tidak menyimpang.

Reynhard Sinaga terbukti bersalah atas 195 kasus pem3rkosa4n dan serangan s3ksu4l di Inggris.

Cara Memilih Teman untuk Anak Agar Tak Terjerumus Sesama Jenis
Boneka mainan anak


Hal yang lebih mengejutkan lagi, semua korb4nny adalah pria.

Tercatat 195 pria telah dip3rkos4 dalam rentang waktu 2,5 tahun.

Atas perbuatannya, pria kelahiran Jambi 1983 tersebut divonis penjar4 seumur h1dup oleh pengadilan Manchester, Inggris.


Dilansir dari kompas.com, pakar psikologi forensik, Reza Indragiri Amriel, melihat modus pelaku diawali dari membangun hubungan pertemanan dengan korb4n.

Merasa diterima, pelaku kemudian menjalankan aksi p3merkosa4n.

Belajar dari kasus Reynhard Sinaga ini, penting bagi orang tua untuk memberi edukasi pada anak dalam hal pergaulan sejak dini.

Melansir berbagai sumber, berikut ini Cara Memilih Teman untuk si kecil agar perilaku s3ksu4lnya tidak menyimpang:

1. Observasi teman-teman si kecil


Lakukan observasi kecil untuk mengetahui bagaimana lingkungan pergaulan anak.

Perhatikan pula nilai-nilai apa saja yang cenderung ditanamkan oleh teman sebayanya.


2. Jangan terlalu khawatir


Khawatir dengan lingkungan pergaulan anak memang wajar dirasakan oleh orang tua.

Namun, jika kekhawatiran itu berlebihan malah bisa membatasinya dalam bergaul.

Hal ini tentu tidak baik bagi perkembangan si kecil.

3. Diskusikan dengan anak


Jika Anda mendapati ada perilaku buruk dari teman anak, jangan diam saja.

Memaklumi perilaku buruk dari teman anak lantaran beranggapan bahwa mereka masih anak-anak justru keliru.

Bicaralah sejujurnya dengan anak tentu dengan bahasa yang halus dan mudah dipahami.

Jangan hanya diskusi satu arah, dengarkan pula cerita jujur anak.


4. Hindari memberi label buruk pada teman anak


Sebagai orang tua yang baik, berhati-hatilah saat berdiskusi dengan anak.

Ketika tidak suka dengan teman anak, jangan melabelinya dengan hal-hal yang berstigma buruk seperti "anak nak4l".

Beri anak pemahaman dan alasan yang baik atas ketidaksukaan Anda dengan teman si anak tersebut.

5. Ajak teman yang juga memiliki anak dengan usia sebaya


Cobalah untuk melakukan playdate, atau mengajak teman-teman Anda yang memiliki anak usia sebaya.

Kalau perlu, atur jadwal sehingga pertemuan tersebut bisa rutin.


Yang terpenting, ciptakan suasana yang nyaman dan menyenangkan supaya anak bisa saling beradaptasi dan menjadi teman yang baik.

sumber: https://style.tribunnews.com/

Berlangganan via Email