Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Guru di Masa Kini, Apa dan Bagaimana?

Guru Masa Kini: Apa dan Bagaimana?

Guru di Masa Kini, Apa dan Bagaimana?
Guru abad 21 di masa kini. photo: istockphoto.com


Gurusd.id - Di abad 21 ini, tantangan pendidikan secara umum, sekolah, dan guru semakin berat. Tipikal/karakteristik anak-anak dan lingkungan sekolah semakin cepat berubah. Sudah tidak pada tempatnya lagi kita berbicara dalam konteks lokalitas, jika tidak ingin terasingkan dengan pergaulan dunia dan kalah dalam persaingan.


Kita hidup di lingkungan yang sangat cepat berubah, global, dan kompleks, dan dengan informasi yang sangat padat/jenuh (saturated-information).


Setidaknya ada 3 aspek yang sangat mempengaruhi dunia pendidikan saat ini. 


1. Globalisasi. 


Guru yang berwawasan global adalah guru memiliki pemahaman akan pentingnya teknologi internet dan mampu memanfaatkannya dalam pengembangan pembelajarannya.


Kesadaran akan perlunya peningkatan kompetensi terpulang pada pribadi guru masing-masing.


Globalisasi telah benar-benar merubah wajah pendidikan dalam berbagai aspek. Mulai dari kurikulum, sarana pra-sarana, ketenagaan, kesiswaan, bahkan pengelolaan.


Kurikulum standar internasional adalah salah satu contoh bagaimana kurikulum dipengaruhi oleh globalisasi. 


Benchmark pengembangan kurikulum tidak bisa lagi berbicara dalam konteks nasional, atau local genuine saja.


Sekolah juga dituntut untuk melakukan pengembangan yang juga berorientasi global. Isu akreditasi internasional juga merupakan salah satu isu globalisasi dalam pendidikan.


Mutu penyelenggara manajemen kelembagaan juga tidak luput dari interevensi global dengan menjamurnya sertifikasi ISO di lembaga pendidikan.


2. Teknologi dan Inovasi serta Kreativitas.


Tak dipungkiri, globalisasi ditandai dengan merambahnya teknologi kedalam semua aspek pendidikan di sekolah, baik aspek pembelajaran, pengelolaan, dan layanan pendukung lainnya.


Kreativitas dan inovasi dari seorang guru sangat dibutuhkan. Dari pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran tentunya sangat mempengaruhi suasana belajar siswa.


Platform tentang teknologi yang kaitannya dengan pembelajaran sangat banyak sekali, guru harus mampu menguasainya. Guru seakan " dipaksa" untuk menguasai teknologi di musim pandemi seperti ini.


Proses pembelajaran yang bersifat synchronous dan a-syncrhonous merupakan salah satu dampak globalisasi dalam implementasi kurikulum di kelas.


Pemanfaatan gadget informasi yang intens dalam proses pembelajaran merupakan bukti adanya globalisasi.


Pemanfaatan e-mail, search engine, satelit, phod cast, telepon, dan gadget lainnya menjadi barang yang familiar ada di sekitar pembelajaran yang berlangsung di kelas.


3. Cara siswa belajar.


Dari generasi ke generasi, pola belajar atau cara belajar siswa terus berkembang. Di abad 21, dengan terjadinya lingkungan siswa yang berubah dengan cepat, maka perubahan pada cara siswa belajar juga berubah.


Jika dulu siswa hanya dipandang sebagai tempat kosong yang siap diisi dengan pengetahuan, sekarang siswa dibelajarkan bukan dalam rangka mengisi otaknya dengan sejumlah pengetahuan yang dikuasai guru.


Siswa sekarang diajarkan bagaimana supaya peka terhadap lingkungan, mampu belajar mandiri, dan memecahkan permasalahan sendiri.


Siswa dituntut untuk pro aktif mencari informasi sendiri yang sumbernya sangat banyak tersedia di lingkungan dia. Jika dulu pembelajaran bersifat pasif, maka sekarang siswa dituntut untuk aktif dan kreatif.


Karakteristik kelas di abad 21 adalah dinamis, banyak tuntutannya, dan egaliter. Ini tentu mempengaruh cara siswa dalam belajar.


Tuntutan profesionalisme bagi guru-guru di abad 21 menjadi satu hal,yang sangat mutlak dibutuhkan. 


Jika selama ini kita tahu bahwa karakter guru profesional adalah guru yang memiliki 4 kompetensi secara utuh (pedagogik, kepribadian, sosial, dan tentunya profesional).


Semoga kedepannya akan muncul dan lahir guru-guru di Indonesia guru yang benar-benar bisa membuat murid nyaman dan tentunya akan membuat murid terpesona.


sumber bacaan: 
1. http://staffnew.uny.ac.id/upload/132243758/penelitian/MEMBANGUN+GURU+masakini.pdf
2. https://retizen.republika.co.id/posts/63187/menjadi-guru-masa-kini-yang-memesona