Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Tips Meningkatkan Minat Belajar Matematika Pada Anak SD

Meningkatkan Minat Belajar Matematika Pada Anak

Meningkatkan Minat Belajar Matematika Pada Anak
Ilustrasi Murid Belajar Matematika di depan Kelas


Gurusd.id - Minat belajar merupakan salah satu faktor penunjang keberhasilan proses pembelajaran matematika. Minat yang timbul dari kebutuhan anak merupakan faktor penting bagi anak dalam melaksanakan kegiatan-kegiatannya, oleh karena itu minat belajar anak harus diperhatikan dengan cermat. 


Dengan adanya minat belajar pada anak dapat memudahkan membimbing dan mengarahkan anak untuk belajar matematika, dengan demikian anak tidak perlu lagi mendapat dorongan dari luar jika belajar yang dilakukannya cukup menarik minatnya.


Apabila anak didik menunjukkan minat belajar yang rendah maka tugas guru dan orang tua untuk meningkatkan minat tersebut.


Jika guru mengabaikan minat belajar anak maka akan mengakibatkan ketidakberhasilan dalam proses pembelajaran matematika.


Guru sebagai tenaga pengajar di kelas hendaknya berusaha sedapat mungkin untuk membangkitkan minat belajar pada anak didiknya dengan berbagai cara,misalnya dengan memperkenalkan kepada anak berbagai kegiatan belajar yang menarik, seperti bermain sambil belajar matematika, menggunakan alat peraga yang menarik atau memanipulasi alat peraga, menggunakan bermacam-macam metode pembelajaran pada saaat mengajar matematika, mengaitkan pembelajaran matematika dengan dunia anak.

Sebagai Contoh :

  • Melakukan keterampilan perkalian dengan permainan kartu bilangan.
  • Menemukan rumus luas jajar genjang dengan metode penemuan.


Anak yang mencapai suatu prestasi belajar matematika, sebenarnya merupakan hasil kecerdasan dan minat terhadap matematika.


Jadi seorang anak tidak mungkin sukses dalam belajar matematika tanpa adanya minat terhadap matematika.


Minat dapat timbul pada seseorang jika menarik perhatian terhadap suatu objek. Perhatian ini akan terjadi dengan sendirinya atau mungkin timbul disebabkan adanya pengaruh dari luar.


Beberapa hal yang harus dilakukan guru dalam menumbuhkan minat anak dalam belajar matematika


Menyesuaikan bahan pelajaran yang diajarkan dengan minat anak


Contoh Menyesuaikan bahan pelajaran yang diajarkan dengan minat anak, misalnya dengan memanfaatkan lingkungan.

  • Mengajar bangun ruang kubus dan balok dengan menggunakan ruang kelas dan kotak berbentuk kubus sebagai alat peraga.
  • Mengajar kerucut dapat dikaitkan dengan model topi ulang tahun atau tempat es krim.


Pembelajaran dapat dilakukan dengan cara dari mudah ke yang sukar atau dari konkret ke abstrak.


Contoh Pembelajaran dapat dilakukan dengan cara dari mudah ke yang sukar atau dari konkret ke abstrak.

  • Dari mudah ke yang sukar: Penjumlahan yang hasilnya sampai 10 diajarkan pada tahap awal,dilanjutkan penjumlahan yang hasilnya sampai 100, dan penjumlahan yang hasilnya sampai 1000
  • Dari konkret ke abstrak: Mengajar penjumlahan bilangan cacah, misalnya 2 + 3 dimulai dengan memberikan model seperti 2 kelereng ditambah 3 kelereng kemudian digabung, sehingga menghasilkan 5 kelereng. Kemudian dilanjutkan dengan tahap semi konkret dengan gambar 2 kelereng dan 3 kelereng. Berikutnya dilanjutkan dengan tahap abstrak dalam bentuk simbol : 2 + 3 = 5

Penggunaan alat-alat peraga


Penggunaan alat-alat peraga dapat dilakukan dengan cara :

  1. Langsung yaitu dengan memperlihatkan bendanya sendiri, mengadakan percobaan- percobaan yang dapat diamati anak didik. Misalnya: Guru membawa alat-alat atau benda-benda peraga ke dalam kelas atau membawa anak didik ke laboratorium, kebun binatang dan sebagainya.
  2. Tidak langsung yaitu dengan menunjukkan tiruan misalnya model, gambargambar, photo-photo dan sebagainya.

Pembelajaran hendaknya membangkitkan aktivitas anak


Hendaknya anak didik dilatih bekerja sendiri atau turut aktif selama pembelajaran berlangsung, misalnya :

  1. Mengadakan berbagai percobaan dengan membuat kesimpulan, keterangan, memberikan pendapat dan sebagainya.
  2. Mengerjakan tugas-tugas untuk memecahkan masalah, menganalisis, mengambil keputusan dan sebagainya.
  3. Mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan member pendapat diskusi.

Semua kegiatan belajar harus kontras.


Hal-hal yang tidak sama bahkan menimbulkan kontras akan dapat menarik perhatian anak, sehingga dapat menimbulkan minat untuk mengetahui lebih lanjut.

  • Sebagai Contoh: segitiga dikontraskan dengan bangun datar yang lain seperti persegi panjang, jajar genjang, layang-layang dan sebagainya.