Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Tips Agar Murid Memperhatikan Perkataan Guru

Lakukan Tips Ini Agar Murid Memperhatikan Perkataan Guru

Lakukan Tips Ini Agar Murid Memperhatikan Perkataan Guru
Ilustrasi Guru Mengajar di kelas. Photo by istockphoto


Gurusd.id - Tidak mudah memang agar permintaan atau larangan dari guru didengarkan murid. Terlebih lagi, murid bahkan lebih keras kepala dibandingkan gurunya. Kebanyakan guru sudah faham bahwa teriakan tidak akan bisa mengubah keadaan menjadi lebih baik, tapi entah kenapa hal itu masih terus diulang kembali.


Mungkin banyak yang bertanya-tanya, lalu bagaimana cara mendidik atau mendapatkan perhatian murid tanpa berteriak?


Pakai teriak keras dan marah saja murid masih bandel, kata-kata guru gak diperhatiin, gimana kalau tanpa teriak? dan pertanyaan-pertanyaan semisalnya. Kalau guru jawa bilang “Omongane wong tuwo rak tau digugu”.


Biasanya guru berteriak karena frustasi dengan tingkah si kecil, kata-kata sudah tidak digubris karena keasikan bermain.


Ok, ikuti tips-tips yang dikutip dari Beauty in the Mess berikut ini, agar murid mendengarkan supaya tidak perlu berteriak dan membentak saat menasehati.


Utamakan tindakan daripada teriakan


Bukan berarti saat murid berbuat salah langsung ditindak dengan hukuman, tapi saat murid berbuat sesuatu yang tidak kita inginkan, ambilah tindakan yang tepat sebelum membentak.


Misal murid lari-lari dan kita khawatir kalau nanti jatuh, alih-alih berteriak sambil berkata “jangan lari-lari” dengan nada tinggi, cobalah pegang dia dan sentuh dengan lembut agar dia berhenti kemudian baru dinasehati agar tidak lari-lari lagi.


Fokus kepada apa yg Murid ingin lakukan, jangan yang Anda ingin mereka berhenti lakukan


Saat mereka melakukan sesuatu, mereka hanya ingin bermain. Melarang mereka bermain saat sedang asik-asiknya tidak akan digubris sama sekali.


Ini terutama berlaku pada murid kecil. Ketika Anda mengatakan “jangan main di panasan”, gambaran di kepala mereka justru main di tempat yang panas.


Jika Anda mengatakan “mainnya di bawah pohon aja ya”, gambaran di kepala mereka menjadi main di bawah pohon yang rindang.


Berikan Pujian kepada Murid


Sedikit pujian akan sangat berarti. Ketika melihat bahwa murid berbuat salah, pujilah dia meskipun itu terlalu mengada-ada.


Misal, jika murid berteriak dengan keras dan sedikit membentak, katakan padanya “Wow adek teriakannya kenceng banget, besok gedhe pengin jadi pemimpin upacara ya!, tapi kalau sama guru teriak gitu kayaknya gak sopan deh…” 


Barulah setelah dipuji, murid diberi pengertian, itu lebih baik daripada “jangan berteriak, gak sopan tahu!”. Jangan lupa, usahakan beri sentuhan saat memberi nasihat.


Tetapkan batasan, dan pastikan mereka paham


Jika Anda mengizinkan murid main gadget selama 30 menit, atur timer selama 30 menit dan bicarakan itu dengan murid, pahamkan dia kalau timer sudah berbunyi berarti waktu bermain telah habis. 


Kalau murid sudah paham dan terbiasa melakukan hal tersebut, tanpa perlu berteriak, mereka akan mengikuti peraturan yang ada.


Berikan Hukuman dan hadiah


Buatlah peraturan sederhana untuk murid di dalam rumah, bikin bagan atau grafik. Terangkan pada mereka aturan-aturan tersebut.


Pahamkan mereka, kalau tidak ada pelanggaran dalam sehari atau seminggu, murid akan mendapatkan hadiah.


Tapi kalau ada pelanggaran, akan dihukum. Hukumannyapun harus mendidik, bukan hukuman seperti orang dewasa, misal mereka akan menyapu lantai ruang kelas atau yang lainnya.


Letakkan ponselmu


Seriusss!! Simpan ponselmu, saat Bapak Guru sibuk dengan laptopnya untuk ngecek email, dan ibu guru asik dengan facebook di smartphonenya, murid merasa seolah-olah tidak diperhatikan.


Kalau sudah seperti ini, biasanya murid mencari perhatian dengan hal-hal yang menjengkelkan, tak jarang juga membuat guru sedikit emosi.


Menawarkan pilihan daripada pertanyaan


Satu tip terakhir, menawarkan opsi daripada mengajukan pertanyaan. Alih-alih mengatakan, “Ayo bersihin mainannya, taruh di tempat semula.


Harus ibu katakan berapa kali lagi supaya bisa tertib?”, Coba ucapkan “Sayang, itu mainannya mau diberesin sendiri atau ibu yg mberesin kan udah gedhe?”. 


Daripada mengatakan “Hari ini kita latihan mengerjakan soal ya?”, Sebaiknya Katakan “Kerjakan soal di depan kelas atau dibuku tulis ?”. Memberikan opsi yang Anda sukai adalah cara terbaik untuk berkompromi sambil tetap mendapatkan respons sesuai yang Anda inginkan.


Satu hal yang perlu diingat buat para guru; jangan cemaskan hal-hal kecil. Memang Seolah-olah merawat murid itu adalah suatu hal yang gila, tetapi yakinlah, murid tumbuh begitu cepat!


Jika benar-benar ingin tahu cara membuat murid mendengarkan Anda, cobalah selami dunia murid, berfikirlah dengan jalan fikiran mereka.


Ikutlah bermain dan bersenda gurau seolah-olah diri Anda masih menjadi seorang murid, nikmati setiap menitnya, dan perhatikan perubahannya.

sumber: keluarga-cerdas46.com