Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

5 Metode Belajar yang Tepat, untuk Anak SD

5 Cara Belajar yang Efektif, Bisa Ditanamkan pada Anak sejak Dini

5 Cara Belajar yang Efektif, Bisa Ditanamkan pada Anak sejak Dini
Cara Belajar Siswa SD yang Efektif


Gurusd.id - Anak yang sekarang duduk di bangku sekolah, memiliki tanggung jawab sebagai seorang pelajar. Belajar menjadi suatu keharusan dan kebiasaan yang hampir setiap hari dilakukan. Sayangnya, tak jarang anak menemukan kesulitan-kesulitan saat belajar, bukan?


Apalagi ketika menghadapi pekan ujian, tentunya anak dituntut untuk memahami materi pelajarannya agar dapat menyelesaikan soal-soal ujian.


Namun, tahukah Bapak Ibu Guru SD bahwa belajar bisa dilakukan dengan cara yang lebih cerdas?


Tak hanya membuat anak lebih cerdas, belajar dengan tepat dapat membantu anak dalam memahami materi pelajaran dengan lebih mudah dan sederhana. Sehingga tak memberatkan anak ketika memasuki pekan ujian.


Ingin tahu bagaimana caranya? Yuk simak informasinya yang telah Gurusd.id rangkum di bawah ini!


1. Memahami konsep, bukan hanya hafal materinya


Menghafal mungkin menjadi metode yang paling mudah untuk dilakukan anak-anak, dengan harapan materi yang dihafalkan nantinya keluar saat ujian. Namun pada kenyataannya, cara ini tidak cukup efektif.


Persoalannya adalah tidak semua materi pelajaran bersifat hafalan, melainkan anak juga perlu memahami konsep dan materinya terlebih dahulu. Sehingga tanamkan pada anak bahwa mulai sekarang ia perlu mempelajarinya dengan memahami konsepnya, bukan menghafalnya.


Walaupun cara ini sedikit lebih sulit dan membutuhkan lebih banyak waktu, tapi hal ini bisa lebih berguna baginya di masa sekolah atau saat dewasa kelak. Karena anak akan terbiasa berpikir kritis dan logis, sehingga tanpa dihafal sekalipun, secara otomatis ia bisa menguasainya. 


2. Hindari sistem kebut semalam dengan belajar secara rutin


Apakah Siswa Bapak Ibu Guru SD adalah tipe pelajar yang terbiasa dengan sistem belajar kebut semalam?


Jika iya, sebaiknya coba mulai hilangkan kebiasaan ini pada anak SD. Karena bukannya efektif, cara ini terlalu memaksakan diri anak untuk memahami semua materi dalam satu malam.


Anak SD yang suka sistem kebut semalam ini dituntut untuk begadang semalam sebelum ujian. Tentu saja, hal ini tidak baik bagi kesehatannya.


Begadang justru bisa membuat anak SD tidak konsentrasi dan mengantuk saat ujian keesokan harinya.


Untuk itu, Bapak Ibu Guru SD bisa mulai membiasakan anak untuk belajar rutin secara terjadwal. 


Misalnya membuat jadwal setiap hari (kecuali akhir pekan), 30 menit saja untuk memperdalam materi pelajaran. Ini bisa dilakukan setelah pulang sekolah atau setelah makan malam.


Dengan begitu, anak akan terbiasa menerima materi yang sedang ia pelajari. Terlebih lagi jika ia melakukannya dengan konsisten agar hasilnya maksimal.


Cara ini juga bisa membuat anak lebih percaya diri dan merasa ujian bukan hal yang menakutkan lagi.


3. Membuat rangkuman dari setiap materi yang dipelajari


Bapak Ibu Guru SD mungkin melihat buku pelajaran anak yang begitu tebal, sehingga ada banyak materi yang perlu anak kuasai ketika pekan ujian.


Belajar dengan membaca buku-buku pelajaran terkadang tidak selalu efektif.


Bahkan tak jarang, butuh waktu yang lama untuk membacanya satu per satu dan belum tentu apa yang anak baca bisa semuanya diingat dan dipahami dengan cepat.


Maka itu, biasakan anak untuk menulis rangkuman dalam catatan buku kecil.


Catat poin-poin penting dari materi yang perlu dikuasai. Tentu saja, Siswa Bapak Ibu Guru SD tidak perlu menulis semua. Ia hanya perlu fokus pada garis besar materinya saja.


Dengan begitu materi pelajaran akan lebih teringat di otak, dan anak akan lebih mudah untuk mempelajarinya.


4. Latihan mengerjakan soal-soal secara rutin


Ketika anak berada di pekan ujian akhir semester, membayangkan soal-soal ujian menjadi hal yang menakutkan. Namun yang jelas, menebak-nebaknya membuat waktu belajar anak menjadi kurang efektif. 


Namun, waktu belajar bisa menjadi lebih cerdas jika anak memiliki jadwal latihan mengerjakan soal-soal secara rutin.


Soal-soal ini bisa anak dapatkan dari buku bank soal, atau latihan soal yang umumnya terdapat di buku pelajaran.


Hal ini dapat membuatnya terbiasa untuk menyelesaikan soal yang mudah atau bahkan sulit sekalipun. 


Dengan begitu, ketika ujian anak tidak perlu lagi panik karena ia sudah mempelajari banyak soal sebelumnya. Soal-soal ujian pun dapat dengan mudah diselesaikan.


5. Belajar bersama teman, tentu akan lebih menyenangkan


Belajar sendiri memanglah dapat membuat anak lebih fokus mendalami materinya. Namun bila hal ini terus dilakukan, anak bisa merasa bosan dan lelah.


Hal ini bisa menyebabkannya mengantuk saat belajar dan materi-materi pelajaran yang perlu dikuasai menjadi sangat sulit dipahami.


Nah untuk mengatasinya, Bapak Ibu Guru SD bisa mengingatkan anak untuk mencari teman belajar yang cocok dengannya. Belajar bersama teman pasti terasa lebih menyenangkan.


Anak bisa saling belajar dengan mengajarkan satu sama lain. Cara ini tentu cukup efektif untuk membantunya menguasai suatu materi yang sulit. Dengan cara ini juga, anak telah membantu temannya sekaligus.


Nah itulah 5 Metode Cara Belajar yang Tepat, Bisa Ditanamkan pada Anak SD. Jika siswa Bapak Ibu Guru SD belum terbiasa dengan cara-cara di atas, ingatkan anak untuk selalu percaya pada prosesnya.


Ini memang sulit di awal, namun lama-kelamaan bisa membantunya belajar dengan lebih baik.


Anak mungkin juga bisa menyesuaikan cara belajar di atas dengan gaya belajarnya sendiri. Melalui cara belajar yang efektif, maka hasilnya pun pasti maksimal. Selamat mencoba!


sumber: https://www.popmama.com/big-kid/6-9-years-old/jemima/cara-belajar-dengan-cerdas-yang-bisa-ditanamkan-pada-anak