Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

10 Tata Krama yang Perlu di Ajarkan Kepada Anak

10 Tata Krama yang Perlu di Ajarkan Kepada Anak

10 Tata Krama yang Perlu di Ajarkan Kepada Anak
Pendidikan Karakter Anak. Photo istockphoto


Gurusd.id - Orang beradab sudah pasti berilmu, Orang berilmu belum tentu beradab, Pelajarilah adab sebelum mempelajari suatu ilmu. Dengan mempelajari adab, maka engkau jadi mudah memahami ilmu.


Pasti kita pernah mendengar kata bijak seperti diatas. Nahh adab bisa kita ajarkan sejak dini pada anak anak kita agar kelak mereka selain menjadi manusia berilmu juga mempunyai pondasi adab yang baik.


Apa saja adab dasar yang bisa di ajarkan berikut diantaranya  10 Tata Krama atau adab yang Perlu di Ajarkan Kepada Anak yang kami kutip dari berbagai sumber.


1. MENYAPA dan Memberi Salam


Sapa dan salam menjadi salah satu cara untuk meningkatkan komunikasi dan menjaga atmosfer keakraban antara kita dengan orang lain di sekitar. 


Menyapa seseorang juga bermanfaat untuk mencairkan suasana yang canggung. Komunikasi yang baik bisa jadi menguntungkan karena kita bisa mengenal orang lain lebih baik.


Sebuah sapaan bisa menjadi langkah awal untuk komunikasi dan memunculkan perasaan saling memahami, yang lebih baik. 


Menyapa atau mengucapkan salam bertujuan untuk menciptakan sebuah interaksi positif. Bagi orang yang tidak percaya diri, atau memiliki kepribadian tertutup.


2. Katakan TOLONG ketika meminta bantuan orang lain.


Banyak orang merasa gengsi untuk meminta tolong kepada orang lain. Hal tersebut biasanya didasari karena tidak terbiasa meminta tolong sejak kecil. Bahkan untuk mengucapkan kata 'tolong' saja seolah berat sekali. 


Sulit untuk membuat pengakuan bahwa diri ini membutuhkan orang lain. Padahal hal tersebut merupakan hal yang sewajarnya terjadi. 


Kata tolong juga membuat orang lain akan merasa bahwa pertolongannya benar-benar dibutuhkan dan diharapkan. 


Maka dari itu, Orangtua harus membiasakan mengucapkan kata 'tolong' sebelum meminta bantuan seseuatu kepada seseorang atau kepada Anak. 


3. Ucapkan TERIMA KASIH, ketika menerima sesuatu.


Kata ini juga dipakai ketika menerima atau menolak suatu tawaran. Kata terima kasih diucapkan untuk mengungkapkan rasa syukur terhadap bantuan berupa jasa atau benda. 


Ucapan ini dapat dikatakan kepada siapa saja, mulai dari keluarga, teman, orangtua, rekan kerja, dan lain-lain.


Terkadang, perbuatan yang kecil mempunyai dampak besar, terutama jika berkaitan dengan perasaan seseorang.


Contoh sederhananya adalah ungkapan rasa terima kasih saat kamu diberi sesuatu.


Walau tampak sepele, ucapan terima kasih atas pemberian mampu menjadi ‘mantra ajaib’ yang nilainya tak terhingga bagi sebagian orang.


Selain itu, ucapan terima kasih berfungsi sebagai gambaran atau ekspresi empiris jika kamu bahagia atas perbuatan orang lain.


Maka dari itulah, bila diberi sesuatu oleh siapa pun, apalagi orang yang spesial, jangan lupa untuk mengucapkan terima kasih, ya.


4. Meminta MAAF, ketika berbuat salah


Dengan meminta maaf kondisi kemanusiaan akan berbeda dibandingkan dengan tidak meminta maaf. Meminta maaf akan membuat hati orang lebih luluh dari sebelumnya. 


Permintaan maaf menunjukkan bahwa kita peduli dengan perasaan orang lain. Permintaan maaf menunjukkan bahwa kita mampu mengambil tanggung jawab atas tindakan kita.


Dengan meminta maaf kepada orang lain, orang yang dilukai tidak lagi merasa bahwa kita adalah sebuah ancaman.


5. MENATAP MATA lawan bicara, ketika berbicara


Menatap mata orang lain saat berbicara bakal membuat orang merasa dihargai. Itu terjadi karena orang merasa bahwa kita benar-benar mendengarkan apa yang diceritakan.


Berbicara mengenai komunikasi, kontak mata adalah salah satu komponen penting. Pandangan mata saat berbicara atau mendengarkan orang lain merupakan unsur penting dalam sebuah komunikasi.


Hal ini karena mata akan menjelaskan berbagai hal tanpa harus ada pembicaraan.


6. TIDAK MENYELA pembicaraan orang lain


Sebagai makhluk sosial, manusia tidak akan lepas dari proses interaksi satu sama lain. Dalam hal berkomunikasi tersebut, tentunya ada aturan yang menjadi kaidah umum dan mesti dipatuhi. Salah satunya, tak boleh memotong pembicaraan.


Kita tidak boleh menyela pembicaraan orang lain karena itu melanggar sopan santun dan mengambil hak seseorang dalam halnya berbicara berbicara.


7. Mau BERBAGI dan bersabar menunggu giliran


Anak-anak perlu mempelajari banyak hal, salah satunya untuk saling berbagi. Ini merupakan keterampilan yang harus dikuasai si anak agar dapat membangun hubungan yang baik dengan orang lain kelak.


Berbagi merupakan “keterampilan” yang vital atau penting untuk dimiliki dalam hidup. Sama halnya seperti menumbuhkan rasa empati dan mendidik anak untuk peduli, mengajarkan anak untuk berbagai juga penting.


Selama masa perkembangan kognitif dan perkembangan fisik sejak dini, kemampuan berbagi yang dimiliki anak dapat membantu mendukung tumbuh kembangnya.


Begitu juga Mengajarkan anak-anak kecil cara menunggu tidak hanya menanamkan kebajikan kesabaran, tapi juga membentuk mentalnya ketika dewasa kelak. 


Jangan sampai mereka jadi orang yang mudah menyelak, menyerobot karena menganggap hal tersebut adalah hal biasa dan tak terbiasa mengantre," ungkap Grace Bounds, seorang pakar pendidikan,


8. Menjaga ETIKET saat makan


Peraturan saat makan adalah peraturan-peraturan yang biasanya dilakukan sebelum, ketika, dan sesudah makan. Tujuan dari peraturan saat makan adalah berhubungan dengan kesehatan, kesopanan, dan rasa syukur kita atas makanan yang diberikan oleh Tuhan.


Jangan sampai terlambat mengenalkan dan mengajarkan etika makan kepada balita. Anda tentu ingin kelak anak tumbuh menjadi pribadi yang santun dan diterima oleh lingkungan sosial.



9. Menepati JANJI dan WAKTU


Kenalkan pepatah “janji adalah hutang” kepada anak agar ia mengeri makna dari janji yang dibuat. 


Anak perlu mendapat pemahaman dari berjanji dan menepati janji, sebab ada dampak positif dalam sikap tersebut.


Nilai Positif dari Berjanji

  • Nilai positif yang akan dimiliki si kecil bila menepati janji:
  • Memiliki nilai kejujuran dan keterbukaan yang tinggi.
  • Anak bisa mengukur kemampuan dirinya dalam menepati janji. Ia belajar untuk tidak mengobral janji.
  • Dipercaya oleh teman-teman dan lingkungannya.
  • Mudah untuk menerapkan nilai lain kepadanya, karena anak percaya pada apa yang Anda katakan.


Begitu juga dengan Waktu, Ketepatan waktu merupakan salah stau hal positif yang perlu anak-anak miliki sebagai bekal mereka di masa depan.


Contohnya ketika berhadapan dengan tugas yang meminta mereka mengumpulkannya tepat waktu atau bahkan dengan janji yang mereka berikan pada teman-temannya. 


Orangtua dapat mengajarkan hal tersebut pada anak. Seperti memulainya dari hal-hal yang sederhana seperti meminta mereka untuk makan siang tepat di jam 12 siang dan masuk ke kamar tepat di jam 9 malam. 


Hal-hal seperti itu akan menjadi kebiasaan ketika dilakukan setiap hari. 


Ada baiknya orangtua mulai mengenalkan dan mengajarkan hal ini sebelum mereka memasuki usia remaja. Karena nantinya masalah akan jauh lebih sulit dihadapi dan tentunya ini akan membuat mereka kesulitan jika tidak dapat mengatur waktu dengan baik. 


10. Meminta IZIN sebelum menggunakan barang orang lain.


Selain mengajarkan etika berbagi mainan, Orangtua juga perlu mengajarkan etika meminjam barang sedini mungkin. 


Ini adalah etika dasar yang harus dikuasai anak sebagai makhluk sosial, dan orangtua bisa mengajarkannya dengan memberikan contoh dalam kegiatan sehari-hari dirumah.


Terimakasih telah berkunjung di Komunitas Guru SD, semoga bermanfaat