Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Kajian Teori: Hakikat, Tujuan dan Manfaat Membaca Nyaring di SD

Membaca Nyaring: Hakikat, Tujuan dan Manfaat untuk Anak SD

Membaca Nyaring: Hakikat, Tujuan dan Manfaat untuk Anak SD
Kegiatan Membaca Nyaring. baground istockphoto


Gurusd.id - Pada hakikatnya membaca adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk mencari informasi ataupun berkomunikasi dan berinteraksi. Dalam kegiatan membaca seseorang tidak sekadar melafalkan lambang-lambang bahasa yang tertulis melainkan pemahaman merupakan kunci utama dari kegiatan membaca untuk mendapatkan secara keseluruhan isi dari bacaan.


Hakikat Membaca Nyaring


Membaca nyaring sering disebut dengan istilah membaca bersuara atau membaca lisan (reading out loud; oral reading; reading aloud).


Suyitno (1985:35) mengemukakan bahwa membaca bersuara atau membaca nyaring biasanya dilakukan dengan vokalisasi.


Dengan disuarakannya, selain berfungsi sebagai pemahaman untuk diri sendiri, membaca bersuara berfungsi sebagai pemahaman untuk orang lain.


Membaca nyaring bagi diri sendiri biasanya hanya sebagai sebuah strategi membaca dengan cara membaca keras-keras teks bacaan.


Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan memahami isi maupun pesan yang terkandung didalamnya.


Membaca nyaring bagi sebagian besar orang merupakan kebiasaan yang harus dihilangkan.


Namun, kegiatan membaca nyaring teks bacaan juga mempunyai banyak manfaat karena dapat meningkatkan pemahaman dan kecepatan membaca.


Pada tataran paling rendah, biasanya membaca nyaring digunakan untuk mengenalkan atau mempelajari kata-kata dan pelajaran lambang-lambang bunyi.


Pada tataran tingkat lanjut, pengertian membaca nyaring pada dasarnya bukanlah kegiatan membaca untuk kepentingan diri sendiri melainkan membaca untuk orang lain.


Maka si pembaca bukan hanya dituntut harus mampu melafalkan lambang-lambang bunyi bahasa dengan suara nyaring saja, tetapi dituntut untuk mampu mengolah lambang-lambang bunyi bahasa agar pesan atau muatan makna yang terkandung di dalamnya dapat disampaikan secara jelas dan tepat untuk orang yang mendengarnya (Harras dan Lilis 1997: 2.3).


Sejalan dengan kedua pendapat di atas, Rahim (2005:128) menambahkan beberapa hal yang perlu diingat dalam membaca nyaring adalah menghentikan membaca pada titik yang menegangkan, panjang pendek mata pelajaran yang dibacakan hendaknya bervariasi dan membaca teks dengan penuh ekspresi serta membaca dengan pelan-pelan.


Membaca nyaring merupakan suatu aktivitas membacakan untuk orang lain. Oleh karena itu, hendaknya pembaca dapat membaca teks bacaan dengan baik, memperhatikan pemenggalan kalimat, dan membacakan dengan suara yang jelas.


Pendapat lain diungkapkan oleh Flesh, Gagne, dan Gough (dalam Haryadi 2007: 19) bahwa membaca pada hakikatnya menerjemahkan lambang grafik ke dalam bahasa lisan sehingga bahasa tulis tunduk kepada aturan bahasa lisan.


Maksudnya adalah pembaca mentransfer kembali simbol-simbol yang berbentuk tulisan ke dalam bahasa lisan.


Hal tersebut dapat kita lihat pada saat membaca nyaring. Supaya dapat membaca nyaring pembaca harus patuh pada aturan-aturan dalam membaca nyaring. 


Aturan-aturan tersebut meliputi:

  • pelafalan, 
  • jeda, 
  • intonasi, 
  • ekspresi, dan lain-lainnya.


Sementara itu, hampir sama dengan pendapat-pendapat sebelumnya menurut Tarigan (2008:23) membaca nyaring adalah suatu aktivitas atau kegiatan yang merupakan alat bagi guru, murid, ataupun pembaca bersama-sama dengan orang lain atau pendengar untuk menangkap serta informasi, pikiran, dan perasaan seorang pengarang.


Dalam hal ini orang yang membaca nyaring haruslah mengerti makna serta perasaan yang terkandung dalam bahan bacaan.


Serta harus mempelajari keeterampilan-keterampilan penafsiran atas lambang-lambang tertulis sehingga penyusunan kata-kata serta penekanan sesuai dengan ujaran pembicaraan yang hidup. 


Membaca nyaring yang baik menuntut agar pembaca memiliki ketepatan mata tinggi serta pandangan mata jauh, karena dia haruslah melihat pada bahan-bahan bacaan untuk memelihara kontak mata dengan para pendengar.


Selain itu, pembaca juga harus dapat mengelompokkan kata-kata dengan baik dan tepat agar jelas maknanya bagi para pendengar.


Berdasarkan uraian tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa pada hakikatnya membaca nyaring atau membaca bersuara yaitu kegiatan membaca untuk menangkap dan memahami isi atau pesan, pikiran maupun perasaan penulis dalam bentuk tulisan untuk kemudian dikomunikasikan pada orang lain dengan cara mengolah lambang-lambang bacaan dan membacakannya dengan suara yang keras.


Tujuan dan Manfaat Membaca Nyaring


Tujuan utama membaca nyaring adalah untuk menyampaikan informasi atau pesan yang tertulis (dalam lambang-lambang bahasa) secara lisan atau disuarakannya pada orang lain.


Atau dengan kata lain mengkomunikasikan isi bacaan. Tujuan utama dari kegiatan membaca nyaring adalah: pemahaman, menghasilkan siswa yang lancar membaca sehingga terwujud dari tujuan akhir membaca yaitu kefasihan.


Kefasihan yang dimaksud adalah mempergunakan ucapan yang jelas dan tidak terbata-bata, membaca nyaring dengan tidak terbatabata, membaca nyaring dengan tidak terus menerus melihat pada teks, membaca nayaring dengan intonasi lagu yang tepat dan jelas (Harras dan Lilis 1997: 2.4).


Kegiatan membaca nyaring memberikan banyak manfaat yang positif bahkan memberikan kontribusi cukup besar dalam perkembangan anak terutama kemampuan berbahasa.


Menurut Rubin (dalam Rakhim 2005: 123), menjelaskan bahwa kegiatan membaca nyaring ini dibutuhkan siswa dalam: 

  • menyimak,
  • memperhatikan sesuatu secara lebih baik, 
  • memahami isi teks, 
  • mengingat secara terus-menerus pengungkapan kata-kata serta dapat 
  • memperkenalkan kata-kata baru atau menambah perbendaharaan kosakata.


Sebagai kegiatan membaca yang paling dasar atau permulaan dalam proses membaca, membaca nyaring memberikan banyak pengalaman yang sangat berguna dalam mengembangkan kemampuan membaca pada tingkat lebih lanjut, karena membaca nyaring tersebut sebagai dasar atau landasan yang mempengaruhi aktivitas perkembangan siswa.


Pendapat Rubin senada dengan pendapat Gavin dan Susan (dalam Rahim 2005:221-223) yang mengemukakan bahwa manfaat dari membaca nyaring teks bacaan pada tingkat lanjut dapat membantu anda menemukan kesalahan-kesalahan dengan cara yang tidak dapat muncul saat membaca nyaring diam-diam.


Secara akademis, membaca nyaring membantu seseorang menemukan kesalahan-kesalahan atau kekurangan-kekurangan dan mengidentifikasi bagian-bagian yang tidak dapat dicerna.


Dengan demikian apabila seseorang menemukan kata-kata yang sulit dicerna, cobalah untuk membaca kata-kata tersebut dengan keras.


Dengan cara seperti itu seolah-olah kita akan mendengar sendiri isi atau pesan dari penulisnya langsung.


Dari uraian di atas dapat diambil simpulan tentang tujuan dan manfaat dari kegiatan membaca nyaring.


Membaca nyaring bukan saja bertujuan untuk diri sendiri melainkan bagi orang lain dalam berbagai kehidupan terutama meningkatkan prestasi akademik anak.


Kegiatan membaca nyaring bertujuan untuk mengkomunikasikan isi bacaan yang berupa lambang-lambang tertulis pada orang lain dan yang paling penting dalam membaca nyaring adalah untuk mencapai kefasihan guna mendapatkan pemahaman.


Kegiatan membaca nyaring yang sesuai dengan arah tujuan yang tepat akan memberikan banyak manfaat.


Membaca nyaring bukan hanya bermanfaat bagi diri kita sendiri melainkan bagi orang lain dalam berbagai kehidupan terutama meningkatkan prestasi akademik anak.


Karena dengan membaca nyaring dapat membangun pengetahuan dan pengalaman terutama keterampilan berbahasa yang penting untuk perkembangan siswa dan berguna untuk mendukung kegiatan belajar.


Manfaat Membaca Nyaring

Membaca nyaring memiliki manfaat bagi siswa, yakni :

  • Mampu memberikan siswa informasi baru.
  • Membuat siswa untuk memperbanyak kosa kata.
  • Melatih daya imajinasi siswa melalui simakan dari hasil membaca nyaring.


Tujuan Membaca Nyaring

Menurut Nurhadi (2008:11-14) membaca nyaring memiliki lima tujuan, yakni :

  • Membaca untuk tujuan studi (telaah ilmiah). Tujuan membaca ini berguna apabila kita ingin memahami secara detail dan menyeluruh isi buku, menangkap ide pokok atau gagasan utama buku secara tepat dan mendapatkan informasi tentang sesuatu.
  • Membaca untuk tujuan menangkap garis besar bacaan. Tujuan membaca ini menggunakan teknik membaca skimming, berguna apabila kita ingin menemukan informasi dari surat kabar, buku ensiklopedi.
  • Membaca untuk menikmati karya sastra seperti novel, cerpen, puisi, dan drama. Membaca yang mempunyai tujuan menikmati biasanya dilakukan dengan santai.
  • Membaca untuk mengisi waktu luang dilakukan untuk mencari informasi dalam surat kabar.
  • Membaca untuk mencari keterangan tentang suatu istilah dalam kamus.


Berdasarkan tujuan di atas dapat disimpulkan bahwa saat seseorang ingin membaca perlulah orang tersebut untuk merumuskan tujuan membaca terlebih dahulu, sehinggga pembaca dapat mencapai kemampuan membaca dan memahami isi bacaan dengan baik.


Keterampilan Membaca Nyaring


Keterampilan membaca nyaring menurut Anggraeni (2016:86) diukur berdasarkan delapan indikator, yaitu:

  • Membaca dengan suara nyaring yang dapat didengar semua anggota dalam kelas,
  • Membaca lancar dan tidak terbata,
  • Membaca dengan pelafalan yang jelas,
  • Membaca dengan intonasi (lagu/irama) yang tepat,
  • Membaca sesuai tanda baca titik (.), koma (,), tanda seru (!), dan tanda tanya (?),
  • Membaca dengan sikap yang baik,
  • Membaca dengan penuh perasaan (ekspresi),
  • Memahami isi bacaan.


Pada peningkatan keterampilan membaca nyaring di atas dapat dilakukan dengan cara si pembaca harus memiliki kemampuan membaca dengan baik dan penuh ekspresi sehingga si pembaca sendiri dan pendengar dapat menangkap isi bacaan dengan mudah maupun tepat.


Jenis-jenis Membaca Nyaring


Reading aloud merupakan kegiatan membaca dengan cara, guru yang menjadi pembaca sedangkan siswa yang mendengarkan. 


Pembelajaran ini biasanya dilakukan pada pembelajaran di kelas rendah, seperti taman kanak-kanak dan sekolah dasar.


Shared reading adalah kegiatan ini dilakukan dengan cara, guru dan siswa bersam-sama memegang buku yang sama. 


Kemudian guru membaca dan diikuti siswa membaca. Lalu, bisa bergiliran siswa satu membaca dan siswa lainnya mengikuti.


Guided reading merupakan kegiatan membaca yang menjadikan guru sebagai pembimbing, pengamat dan fasilitator. 


Di mana guru membaca teks yang sama dan mendiskusikannya, kemudian guru mengajukan pertanyaan dan siswa diminta menjawab dengan kritis.


Terimakasih telah berkunjung di Komunitas Guru SD, Semoga bermanfaat.