Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

5 Ide Tugas Siswa untuk Diterapkan di Kurikulum Merdeka

5 Ide Tugas Siswa untuk Diterapkan di Kurikulum Merdeka

5 Ide Tugas Siswa untuk Diterapkan di Kurikulum Merdeka
Contoh Tugas Kurikulum Merdeka


Gurusd.id - Kurikulum pendidikan yang dulu dengan yang sekarang tentu sudah sangat berbeda. Perubahan kurikulum ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman saat ini. 


Awal tahun 2022 lalu, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Indonesia secara resmi memperkenalkan kurikulum baru yang akan mulai dijalankan tahun ini, yaitu Kurikulum Merdeka. 


Nah, apa itu Kurikulum Merdeka? Apa saja ide tugas atau proyek yang bisa diterapkan pada siswa di Kurikulum Merdeka ini? Ulasan selengkapnya ada di bawah ini, ya. 


Apa itu Kurikulum Merdeka?


Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi.


Kurikulum ini bertujuan untuk mengasah minat dan bakat anak sejak dini dengan berfokus pada materi esensial, pengembangan karakter, dan kompetensi peserta didik.


Ada sedikit perbedaan dalam penerapan Kurikulum Merdeka dengan kurikulum sebelum-sebelumnya.


Di kurikulum ini, siswa diberikan ruang yang seluas-luasnya untuk mengembangkan minat dan bakat yang dimiliki. 


Sementara guru berperan sebagai fasilitator dalam pembelajaran yang dapat memilih berbagai perangkat ajar sesuai dengan kebutuhan serta minat peserta didik secara lebih leluasa. 


Secara konsep, pembelajaran di Kurikulum Merdeka ini lebih banyak menggunakan model project based learning agar siswa dapat mengembangkan soft skill dan karakter yang sesuai dengan profil pelajar Pancasila. 


Oleh karena itu, dalam pemberian tugas atau kuis lebih banyak yang berhubungan langsung dengan masalah sehari-hari sehingga siswa dapat menerapkan langsung ilmu sudah didapatkannya di sekolah ke kehidupan sehari-hari. 


Ide tugas untuk siswa di Kurikulum Merdeka


Berhubung, tujuan pembelajaran di Kurikulum Merdeka mengasah minat dan bakat anak sejak dini dengan berfokus pada materi esensial, pengembangan karakter, dan kompetensi peserta didik sehingga tugas yang diberikan akan lebih banyak menggunakan model project based learning untuk mencapai tujuan tersebut. 


Project based learning sendiri adalah model pembelajaran yang dirancang untuk memberikan siswa kesempatan agar dapat mengembangkan pengetahuan dan keterampilan melalui proyek-proyek yang melibatkan tantangan dan masalah yang akan mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari.


Berikut adalah beberapa ide tugas atau proyek yang bisa diterapkan pada siswa di Kurikulum Merdeka ini. 


1. Merancang dan membuat bangunan

Kegiatan merancang dan membuat bangunan ini tidak hanya ada di mata pelajaran Seni saja, tapi juga Matematika, lebih tepatnya di materi tentang  geometri atau bangun ruang. 


Daripada hanya memberikan tugas menghitung luas atau keliling suatu bangun ruang, Bapak dan Ibu guru bisa memberikan siswa tugas untuk merancang dan membuat sebuah bangunan. Tentunya, dalam merancang dan membuat bangunan tersebut harus berdasarkan ilmu geometri yang sudah mereka dapatkan. 


Misalnya, mereka harus merancang taman bermain atau gedung baru untuk sekolah, maka harus menyertakan keliling atau luas bangunannya, serta menyertakan dua atau tiga segitiga sama kaki, empat persegi panjang, trapesium, tabung,  dan sebagainya.


Tugas ini bisa dikerjakan dengan menggunakan aplikasi yang bisa diunduh secara gratis di PlayStore maupun AppStore, atau bisa juga hanya dengan menggunakan pensil dan buku gambar saja.  


Memberikan tugas seperti ini tidak hanya membuat siswa lebih bersemangat mengerjakannya, tapi juga meningkatkan pemahaman mereka tentang geometri. 


2. Membuat jadwal kegiatan

Bapak dan Ibu guru sedang mengajar Aljabar? Bingung mau memberikan project based learning yang seperti apa? Tugas membuat to do list sehari-hari bisa jadi ide yang menarik.


Mintalah siswa untuk membuat jadwal kegiatan mereka dari bangun pagi hingga tidur di malam hari untuk mencapai suatu tujuan, lalu jumlahkan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu kegiatan. 


Contoh, untuk mengetahui apakah mereka bisa tiba di sekolah tepat waktu jika bangun pukul 6 pagi. Bisa juga kegiatan yang lain, seperti lamanya waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas, makan, dan sebagainya. 


Waktu, jarak, dan hal-hal lain yang dapat mempengaruhi tujuan mereka untuk sampai di sekolah bisa menjadi variabel Aljabar. Setelah selesai, siswa dapat mempresentasikan tugas atau proyeknya di depan kelas agar siswa yang lain bisa belajar hal yang sama. 


3. Menganalisis berita hoax 

Penyebaran berita hoax atau berita bohong di masyarakat sering terjadi sehingga menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat.


Kurangnya kemampuan berpikir kritis menjadi salah satu faktor mengapa banyak orang yang percaya dengan berita bohong tersebut.


Oleh karena itu, menanamkan dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis pada siswa menjadi salah satu hal yang penting. 


Untuk mengasah kemampuan berpikir kritis siswa ini, Bapak dan Ibu guru bisa memberikan tugas, seperti menganalisis sebuah berita. Tentukan apakah berita tersebut kredibel atau hoax. 


Kemudian, mintalah mereka untuk menuliskan cara membedakan berita yang kredibel dan hoax, serta apa efeknya terhadap masyarakat.


Tugas seperti ini akan membuat otak mereka lebih aktif dalam berpikir sehingga tidak mudah percaya dengan berita bohong yang disebarkan oleh oknum tidak bertanggung jawab.


4. Memecahkan masalah lingkungan

Ide tugas untuk siswa yang bisa Bapak dan Ibu guru terapkan di Kurikulum Merdeka berikutnya adalah berikan tantangan pada siswa untuk memecahkan masalah lingkungan. Misalnya, tentang bahaya sampah plastik untuk lingkungan di darah maupun di laut. 


Setelah memahami masalahnya, mintalah siswa untuk mencari solusi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. 


5. Mengutarakan pendapat siswa

Memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik menjadi salah satu soft skill yang penting untuk dimiliki siswa. Sayangnya, tidak semua siswa memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik. 


Beberapa dari mereka mungkin masih ada yang kesulitan dalam berkomunikasi, seperti menyampaikan pendapat. 


Sebagai pendidik, Bapak dan Ibu guru bisa membantu mereka untuk mengasah kemampuan berkomunikasi. Misalnya, dengan meminta mereka untuk mengutarakan pendapat terhadap sebuah peristiwa. 


Selain mengasah kemampuan berkomunikasi siswa, cara ini juga dapat melatih mereka untuk terbiasa dan lebih berani dalam mengungkapkan pendapat. 


Nah, itu dia beberapa ide untuk  tugas atau proyek yang bisa diterapkan pada siswa di Kurikulum Merdeka. 


Pemberian tugas atau proyek ini bisa menjadi cara supaya mereka lebih mudah memahami materi yang diajarkan.


Meskipun demikian, masih ada beberapa siswa yang ternyata belum memahami dengan baik materi yang diajarkan. 


Terimakasih telah berkunjung di Komunitas Guru SD, semoga bermanfaat. aamiin