Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Mengenal Metode Pembelajaran Berbasis PISA, Apa dan Bagaimana?

Mengenal Metode Pembelajaran Berbasis PISA

Apa itu Metode Pembelajaran Berbasis PISA
Metode Pembelajaran Berbasis PISA


Gurusd.id - PISA merupakan singkatan dari Programme Internationale for Student Assesment yang merupakan suatu bentuk evaluasi kemampuan dan pengetahuan yang dirancang untuk  siswa usia 15 tahun (Shiel, 2007). PISA sendiri merupakan proyek dari Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) yang pertama kali diselenggarakan pada tahun 2000 untuk bidang membaca, matematika dan sains.


Ide utama dari PISA adalah hasil dari sistem pendidikan harus diukur dengan kompetensi yang dimiliki oleh siswa dan konsep utamanya adalah literasi (Neubrand, 2005).


Selanjutnya, PISA merupakan studi literasi internasional dalam:

  • Membaca (reading litercy),
  • Matematika (mathematics literacy), 
  • Problem solving (Problem solving literacy), dan 
  • Sains (science literacy) (Jones, 2005) 
  • Dan yang terbaru adalah literasi keuangan (financial literacy).


PISA memberikan suara untuk mewujudkan misi pendidikan untuk menyiapkan masa depan penduduk untuk lebih produktif dan hidup yang lebih memuaskan (Stacey, 2010b).


Dalam hal ini PISA adalah Penilaian (Arikunto, 2007) dalam mengambil suatu keputusan terhadap sesuatu dengan ukuran baik dan buruk, di mana kegiatan penilaian ini diawali dengan kegiatan mengukur.


Dalam dunia pendidikan, khususnya dunia persekolahan, penilaian mempunyai makna ditinjau dari berbagai segi (Arikunto, 2007).


Makna bagi siswa, dengan diadakannya penilaian, maka siswa dapat mengetahui sejauh mana telah berhasil mengikuti pelajaran yang diberikan oleh guru.


Penilaian bagi guru adalah dengan adanya penilaian guru dapat mengetahui siswa-siswa mana yang sudah berhak melanjutkan pelajarannnya karena sudah berhasil menguasai bahan, maupun mengetahui siswa-siswa yang belum menguasai bahan.


Selain itu, guru juga akan mengetahui apakah materi yang diajarkan sudah tepat bagi siswa sehingga untuk memberikan pengajaran diwaktu yang akan datang tidak perlu diadakan perubahan, dan juga guru dapat mengetahui apakah metode yang digunakan sudah tepat atau belum.


Menurut Hayat dan Yusuf (2010) penilaian PISA dapat dibedakan dari penilaian lainnya dalam hal sebagaimana disebutkan berikut ini


Orientasi Pembelajaran PISA


PISA berorientasi pada kebijakan desain dan metode penilaian dan pelaporan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing negara peserta PISA agar dengan mudah ditarik pelajaran tentang kebijakan yang telah dibuat oleh negara peserta melalui perbandingan data yang disediakan.


Pendekatan Pembelajaran PISA


PISA menggunakan pendekatan literasi yang inovatif, suatu konsep belajar yang berkaitan dengan kapasitas para siswa untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan dalam mata pelajaran kunci disertai dengan kemampuan untuk menelaah, memberi alasan dan mengkomunikasikannya secara efektif, serta memecahkan dan menginterpretasikan permasalahan dalam berbagai situasi.


Konsep belajar dalam PISA


Konsep belajar dalam PISA berhubungan dengan konsep belajar sepanjang hayat, yaitu konsep belajar yang tidak membatasi pada penilaian kompetensi siswa sesuai dengan kurikulum dan konsep lintas kurikulum, melainkan juga motivasi belajar, konsep diri mereka sendiri, dan strategi belajar yang diterapkan.


Pelaksanaan penilaian dalam PISA


Pelaksanaan penilaian dalam PISA teratur dalam rentangan waktu tertentu yang memungkinkan negara-negara peserta untuk memonitor kemajuan mereka sesuai dengan tujuan belajar yang telah ditetapkan.


Soal-soal PISA menuntut siswa memiliki kemampuan untuk:

  • Problem solving (Pemecahan Matalah),
  • Critical thinking (Berpikir kritis), 
  • Creative thinking (Berpikir Kreatif), 
  • Reasoning (pemikiran), dan 
  • Decision making (pengambilan keputusan).


Inilah yang sekarang disebut dengan kemampuan berpikir tingkat tinggi Higher Order Thinking skill (HOTS).


HOTS adalah salah satu kompetensi penting di abad 21 yang harus dimiliki oleh peserta. Penilaian berbasis HOTS tidak mungkin bisa dlaksanakan dengan baik jika tidak diawali dengan pembelajaran HOTS juga.


Inilah alasan pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengambil keputusan untuk menggulirkan program PKP (Peningkatan Kompetensi Pembelajaran).  



Aspek-Aspek dalam PISA


Aspek yang diukur dalam PISA itu terdiri atas tiga aspek utama, yaitu:

  • Dimensi isi, 
  • Dimensi proses, dan 
  • Dimensi situasi (OECD, 2009c).


Tujuan PISA


Tujuan dari PISA adalah untuk menilai kemampuan siswa dalam memecahkan masalah nyata, maka strategi yang digunakan untuk menentukan kisaran konten yang akan dinilai, yaitu menggunakan pendekatan fenomenologis untuk menggambarkan konsep, struktur, atau ide matematika.


Hal ini berarti konten matematika dalam PISA adalah yang berkaitan dengan fenomena dan jenis masalah yang terjadi di sekitar kita.


Pendekatan ini memastikan fokus penilaian yang konsisten dengan definisi literasi matematika, namun mencakup berbagai konten yang biasa ditemukan dalam penilaian matematika lainnya dan matematika dalam kurikulum nasional.


Demikian yang dapat kami sampaikan tentang Mengenal Metode Pembelajaran Berbasis PISA, semoga bermanfaat.


sumber: 

  • http://lib.unnes.ac.id/
  • https://www.edukasiips.com/