Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Perbedaan Kurikulum Merdeka dengan K13 Jenjang SD/SDLB/MI

Perbedaan Kurikulum Merdeka dengan K13 untuk Jenjang SD/SDLB/MI

Perbedaan Kurikulum Merdeka dengan K13


Gurusd.id - Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik.


Projek untuk menguatkan pencapaian profil pelajar Pancasila dikembangkan berdasarkan tema tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah.


Projek tersebut tidak diarahkan untuk mencapai target capaian pembelajaran tertentu, sehingga tidak terikat pada konten mata pelajaran.


Perbedaan Kurikulum ini mencakup:

  1. Kerangka Dasar
  2. Kompetensi yang Dituju
  3. Struktur Kurikulum
  4. Pembelajaran
  5. Penilaian
  6. Perangkat Ajar yang Disediakan Pemerintah
  7. Perangkat Kurikulum

Untuk mempelajari lebih lanjut terkait perpedaan kurikulum merdeka dengan K13 jenjang SD, dibawah ini kami paparkan dengan rincian sebagai berikut:


1. Kerangka Dasar


Kurikulum Merdeka

  • Rancangan landasan utama Kurikulum Merdeka adalah tujuan Sistem Pendidikan Nasional dan Standar Nasional Pendidikan.
  • Mengembangkan  profil pelajar Pancasila pada peserta didik

Kurikulum 2013

  • Rancangan landasan utama Kurikulum 2013 adalah tujuan Sistem Pendidikan Nasional dan Standar Nasional Pendidikan


2. Kompetensi yang Dituju


Kurikulum Merdeka

  • Capaian pembelajaran yang disusun per fase

  • Capaian Pembelajaran dinyatakan dalam paragraf yang merangkaikan pengetahuan, sikap, dan keterampilan untuk mencapai, menguatkan, dan meningkatkan kompetensi

  • SD/sederajat terdiri dari: Fase A (umumnya setara dengan kelas I dan II SD), Fase B (umumnya setara dengan kelas III dan IV SD), dan  Fase C (umumnya setara dengan kelas V dan VI SD)


Kurikulum 2013

  • Kompetensi Dasar (KD) yang berupa lingkup dan urutan (scope and sequence) yang dikelompokkan pada empat Kompetensi Inti (KI) yaitu:  Sikap Spiritual, Sikap Sosial, Pengetahuan, dan Keterampilan

  • KD dinyatakan dalam bentuk point-point dan diurutkan untuk mencapai KI yang diorganisasikan pertahun

  • KD pada KI 1 dan KI 2 hanya terdapat pada mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

3. Struktur Kurikulum


Kurikulum Merdeka

  • Struktur kurikulum dibagi menjadi 2 (dua) kegiatan pembelajaran utama, yaitu: (1) pembelajaran reguler atau rutin yang merupakan kegiatan intrakurikuler; dan (2) projek penguatan profil pelajar Pancasila.

  • Jam Pelajaran (JP) diatur per tahun. Satuan pendidikan dapat mengatur alokasi waktu pembelajaran secara fleksibel untuk mencapai JP yang ditetapkan

  • Satuan pendidikan dapat menggunakan pendekatan pengorganisasian pembelajaran berbasis mata pelajaran, tematik, atau terintegrasi

  • Mata pelajaran IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial) merupakan paduan dari IPA dan IPS

  • Bahasa Inggris menjadi mata pelajaran pilihan, tergantung kesiapan satuan pendidikan

  • Satuan pendidikan atau peserta didik dapat memilih sekurang-kurangnya satu dari empat mata pelajaran Seni dan Budaya: Seni Musik, Seni Rupa, Seni Teater, atau Seni Tari

Kurikulum 2013

  • Jam Pelajaran (JP) diatur per minggu. Satuan mengatur alokasi waktu pembelajaran secara rutin setiap minggu dalam setiap semester, sehingga pada setiap semester peserta didik akan mendapatkan nilai hasil belajar setiap mata pelajaran.

  • Satuan pendidikan diarahkan menggunakan pendekatan pengorganisasian pembelajaran berbasis tematik integratif.

4. Pembelajaran


Kurikulum Merdeka

  • Menguatkan pembelajaran terdiferensiasi sesuai tahap capaian peserta didik

  • Paduan antara pembelajaran intrakurikuler (sekitar 70-80% dari jam pelajaran) dan kokurikuler melalui projek penguatan profil pelajar Pancasila (sekitar 20-30% jam pelajaran)

Kurikulum 2013

  • Pendekatan pembelajaran menggunakan satu pendekatan yaitu pendekatan saintifik untuk semua mata pelajaran

  • Pada umumnya, pembelajaran terfokus hanya pada intrakurikuler (tatap muka), untuk kokurikuler dialokasikan beban belajar maksimum 50% diluar jam tatap muka, tetapi tidak diwajibkan dalam bentuk kegiatan yang direncanakan secara  khusus, sehingga pada umumnya diserahkan kepada kreativitas guru pengampu.

5. Penilaian


Kurikulum Merdeka

  • Penguatan pada asesmen formatif dan penggunaan hasil asesmen untuk merancang pembelajaran sesuai tahap capaian peserta didik
  • Menguatkan pelaksanaan penilaian autentik terutama dalam projek penguatan profil pelajar Pancasila
  • Tidak ada pemisahan antara penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan

Kurikulum 2013

  • Penilaian formatif dan sumatif oleh pendidik berfungsi untuk memantau kemajuan belajar, memantau hasil belajar, dan mendeteksi kebutuhan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan 
  • Menguatkan pelaksanaan penilaian autentik pada setiap mata pelajaran
  • Penilaian dibagi menjadi penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan


6. Perangkat Ajar yang Disediakan Pemerintah


Kurikulum Merdeka

  • Buku teks dan buku non-teks
  • Contoh-contoh modul ajar, alur tujuan pembelajaran, contoh projek penguatan profil pelajar Pancasila, contoh kurikulum operasional satuan pendidikan

Kurikulum 2013

  • Buku teks dan buku non-teks



7. Perangkat Kurikulum


Kurikulum Merdeka

  • Panduan Pembelajaran dan Asesmen, panduan pengembangan kurikulum operasional sekolah, panduan pengembangan projek penguatan profil pelajar Pancasila, panduan pelaksanaan pendidikan inklusif, panduan penyusunan program pembelajaran individual, modul layanan bimbingan konseling


Kurikulum 2013

  • Pedoman implementasi kurikulum, Panduan Penilaian, dan Panduan Pembelajaran setiap jenjang


Kurikulum Merdeka dapat terus diterapkan secara berkelanjutan melalui tiga hal. Pertama, regulasi yang fundamental, misalnya Peraturan Pemerintah No. 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan. Regulasi dapat menjadi acuan bagi pengembangan kompetensi guru dan kepala sekolah juga banyak hal lainnya.


Untuk Lebih Jelas silahkan Baca Struktur Kurikulum Merdeka TK/PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, SLB disini